Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
11 Juli 2020
Profil Provinsi Bali
Pilih Provinsi    
Kontribusi Provinsi Bali terhadap perekonomian Nasional relatif kecil, hanya berkisar antara 5-6%.  Meskipun demikian Provinsi Bali menjadi indikator perkembangan pariwisata Indonesia mengingat sumbangan pariwasata Bali terhadap perekonomian Nasional cukup besar.  Pada tahun 2006 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bali atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp40,97 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000 tercatat sebesar Rp22,16 triliun.  Adapun pendapatan per kapita penduduk Bali adalah sebesar Rp11,45 juta per tahun dengan jumlah penduduk sekitar 3,35 juta jiwa.

Pertumbuhan ekonomi dalam 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut ; tahun 2002 sebesar 3,04%, tahun 2003 sebesar 3,57%, tahun 2004 sebesar 4,62%, tahun 2005 sebesar 5,46% dan tahun 2006 sebesar 5,27% (angka sementara).  Secara sektoral PDRB Provinsi Bali didominasi oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran ( ± 30%), disusul sektor pertanian ( ± 21,45%), serta sektor jasa-jasa ( ± 14,24%).  Secara terinci potensi ekonomi dalam beberapa sektor dominan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran
Sebagaimana diketahui Bali merupakan daerah wisata, sehingga tidak mengherankan apabila sektor perdagangan, hotel dan restoran sangat dominan di Provinsi ini.   Adapun daerah yang menyumbang nilai tambah sektor PHR terbesar adalah Badung, Denpasar dan Gianyar dengan basis aktivitas pariwisata. 

2. Sektor Pertanian 
Sektor pertanian di Bali lebih didominasi oleh sub sektor tanaman bahan makanan dengan komoditi padi dan jagung.  Selain itu sub sektor peternakan juga berperan cukup besar khususnya peternakan babi dan sapi.

3. Sektor Jasa-jasa
Sektor jasa-jasa yang berkembang di Provinsi Bali lebih banyak merupakan penunjang pariwisata, seperti travel agent, persewaan kendaraan atau alat selam dll.  Sehingga perkembangan sektor ini sangat terkait dengan perkembangan pariwisata.



Show Left Panel