Laporan Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Mei 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
30 Januari 2020

Pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada triwulan I 2019 mencapai 2,79% (yoy), tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 3,70% (yoy). Pelambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan ini dipengaruhi oleh melambatnya kinerja industri pengolahan dan menurunnya kinerja sektor pertanian dan perdagangan. Laju pelambatan pertumbuhan ekonomi ini tertahan oleh pertumbuhan sektor pertambangan yang membaik. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tercatat mengalami pelambatan dan konsumsi pemerintah tercatat tumbuh negatif di tengah membaiknya pertumbuhan investasi dan ekspor.

Pada triwulan I 2019, realisasi pendapatan wilayah Bangka Belitung mencapai Rp2,15 triliun atau sebesar 21,87% dari total pagu. Realisasi pendapatan tersebut terdiri atas realisasi pendapatan Provinsi Kep. Bangka Belitung sebesar Rp506,79 miliar atau mencapai 18,70% dari pagu, sedangkan realisasi pendapatan daerah total kabupaten/kota mencapai 24,75% dari pagu atau sebesar Rp1,64 triliun. Sementara itu, realisasi belanja wilayah Bangka Belitung mencapai 1,62 triliun atau sebesar 12,00% dari pagu. Realisasi belanja tersebut terdiri atas belanja APBD Provinsi Kep. Bangka Belitung sebesar Rp405,33 miliar atau mencapai 13,87% dari pagu, realisasi belanja APBD kabupaten/kota sebesar Rp802,79 miliar atau mencapai 11,43% serta realisasi belanja APBN sebesar Rp415,48 atau mencapai 11,68% dari pagu.

Pada triwulan I 2019, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi 2,71% (yoy), meningkat jika dibandingkan triwulan IV 2018 yang mengalami inflasi 2,55% (yoy). Secara spasial, Kota Pangkalpinang mengalami penurunan inflasi, sedangkan Kota Tanjungpandan mengalami peningkatan inflasi. Berdasarkan kelompok, inflasi dari kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi yang paling tinggi.

Indikator stabilitas sistem keuangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan I 2019 masih terjaga. Seluruh indikator pertumbuhan perbankan tercatat tumbuh positif dengan risiko kredit yang terjaga dan fungsi intermediasi perbankan yang turut meningkat. Pada triwulan II 2019, tren positif stabilitas sistem keuangan ini akan berlanjut seiring dengan proyeksi membaiknya sektor ekonomi utama di Bangka Belitung.

Transaksi BI-RTGS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan transaksi SKNBI secara tahunan cenderung mengalami penurunan pada triwulan I 2019. Sementara itu transaksi tunai mengalami net inflow pada triwulan I 2019.

Indikator ketenagakerjaaan dan kesejahteraan masyarakat menunjukkan adanya pelambatan. Pada Februari 2019, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat lebih rendah dibandingkan Februari 2018, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat mengalami penurunan (semakin membaik). Pada triwulan I 2019, Nilai Tukar Petani (NTP) juga tercatat masih mengalami penurunan ditengah inflasi pedesaan yang terjaga pada level rendah.

Kinerja perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan III 2019 diproyeksi meningkat dibandingkan triwulan II 2019 didorong oleh membaiknya kinerja industri pengolahan dan ekspor. Secara keseluruhan tahun 2019, perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diperkirakan masih akan tumbuh moderat dari tahun 2018 yang mencapai 4,45% yaitu berada pada rentang 4.2% - 4.7%, namun terdapat risiko bias kebawah sejalan dengan adanya pelambatan ekonomi global dan perbaikan harga komoditas yang masih terbatas. Tekanan inflasi pada triwulan III 2019 relatif masih stabil dari triwulan sebelumnya sejalan dengan menurunya tekanan inflasi angkutan udara. Secara keseluruhan tahun, inflasi tahun 2019 diperkirakan masih berada pada sasaran inflasi nasional 3.5% ± 1%.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel