Kajian Ekonomi Keuangan Regional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Februari 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
28 Januari 2020

Pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada triwulan IV 2018 mencapai 3,70% (yoy), tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 7,08% (yoy). Pelambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan ini dipengaruhi oleh melambatnya kinerja pertumbuhan ekonomi sektor lapangan usaha utama yaitu sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pelambatan ini dipengaruhi oleh melambatnya kinerja konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan pembentukan modal tetap bruto serta ekspor luar negeri yang mengalami kontraksi cukup dalam. Secara keseluruhan tahun, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada tahun 2018 sebesar 4,45% (yoy), relatif stabil dari tahun 2017 sebesar 4,47% (yoy).

Pada tahun 2018, realisasi pendapatan daerah untuk Provinsi Kep. Bangka Belitung mencapai 102,82%, sedangkan realisasi pendapatan daerah untuk total 7 kabupaten/kota di Bangka Belitung berada pada rentang 84,02% – 100,85%. Realisasi pendapatan daerah tertinggi terjadi di Kabupaten Belitung sedangkan yang terendah terjadi di Kabupaten Bangka Barat. Sementara itu, realisasi belanja Provinsi Kep. Bangka Belitung mencapai 90,92%, dengan realisasi belanja daerah total kabupaten/kota berkisar antara 79,33%– 93,30%. Realisasi belanja tertinggi terjadi di Kota Pangkalpinang, sedangkan yang terendah terjadi di Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Belitung.

Pada triwulan IV 2018, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi 3.18% (yoy). Hal ini menunjukkan bahwa inflasi Bangka Belitung pada tahun 2018 berada pada rentang yang ditetapkan pemrintah yaitu 3.5% ± 1%. Secara spasial, Kota Pangkalpinang dan Kota Tanjungpandan mengalami peningkatan inflasi dibandingkan triwulan III 2018. Di tingkat provinsi, peningkatan inflasi terjadi hampir dari seluruh kelompok, dimana kelompok bahan makanan mengalami inflasi yang paling tinggi.

Indikator stabilitas sistem keuangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan IV 2018 masih terjaga. Seluruh indikator pertumbuhan perbankan tercatat tumbuh positif dengan risiko kredit yang terjaga dan fungsi intermediasi perbankan yang turut meningkat. Pada triwulan I 2019 diperkirakan tren positif stabilitas sistem keuangan ini akan berlanjut seiring dengan membaiknya sektor ekonomi utama di Bangka Belitung.

Transaksi BI-RTGS keluar dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara tahunan cenderung mengalami penurunan pada Triwulan IV Tahun 2018, sedangkan transaksi SKNBI tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara itu Transaksi Tunai mengalami net outflow pada Triwulan IV 2018.

Indikator ketenagakerjaaan menunjukkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat sejalan dengan menurunnya tingkat pengangguran. Nilai Tukar Petani (NTP) stabil sementara inflasi di pedesaan menurun.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2019 diperkirakan meningkat dibandingkan tahun 2018 yaitu berada pada rentang 5% - 5.5% (yoy), didukung oleh masih pesatnya potensi perkembangan sektor pertambangan dan penggalian yang memberikan multiplier effect pada sektor lainnya seperti sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan. Disamping itu, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2019 diproyeksikan akan melambat dibandingkan triwulan IV 2018 yang disebabkan oleh adanya penurunan kinerja sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian dan sektor industri pengolahan.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel