Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung November 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
28 Januari 2020

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan III 2018 mencapai 7,09% (yoy), tumbuh menguat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 4,50% (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh membaiknya kinerja sektor industri pengolahan, sektor perdagangan dan sektor pertambangan serta masih kuatnya pertumbuhan pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulan ini didorong oleh masih kuatnya konsumsi rumah tangga dan membaiknya net ekspor dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2018 diperkirakan akan tumbuh melambat sejalan dengan prediksi melambatnya kinerja sektor pertanian yang juga akan berpengaruh terhadap melambatnya industri pengolahan. ​

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini didukung dengan tingkat inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada level terkendali dan stabilitas sistem keuangan yang terjaga. Inflasi di Provinsi kepulauan Bangka Belitung pada triwulan III 2018 tercatat sebesar 3,46% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II 2018 sebesar 2,55% (yoy). Meskipun mengalami kenaikan, inflasi pada triwulan ini masih terkendali dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,80% (ytd). Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 6,61% (yoy). Pada triwulan IV 2018, tekanan inflasi diperkirakan akan menguat sejalan dengan masuknya periode libur Natal dan tahun baru yang akan mendorong permintaan bahan makanan dan tiket angkutan udara. Kinerja sektor keuangan juga tercatat masih membaik dengan pertumbuhan kredit perbankan yang mengalami pertumbuhan sebesar 40,17% (yoy) pada triwulan ini, jauh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya mencapai 2,67% (yoy). Fungsi intermediasi perbankan juga meningkat dari 85,19% di triwulan II 2018 menjadi 112,00% pada triwulan III 2018. Di tengah meningkatnya kredit dan intermediasi perbankan, rasio kredit bermasalah juga membaik berada pada level 1,36% dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1,81%. ​

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan I 2019 diperkirakan akan melambat dibandingkan triwulan IV 2018 yang disebabkan oleh adanya penurunan kinerja sektor pertanian, sektor pertambangan dan sektor industri pengolahan. Akan tetapi secara keseluruhan tahun, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2019 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 yaitu berada pada rentang 5,0-5,5% (yoy), didukung oleh perbaikan pada sektor pertambangan yang mampu memberikan multiplier effect pada sektor lainnya seperti sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan. Tekanan inflasi sepanjang tahun 2019 juga diperkirakan masih berada pada level terkendali dan masih berada pada rentang target Nasional.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel