Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
26 Januari 2020
Profil Provinsi Nanggroe Aceh D.
Pilih Provinsi    
​KANTOR BANK INDONESIA BANDA ACEH
Jl. Cut Meutia No.15 Banda Aceh
Telp.0651-33200 Fax.0651-34116

Sejarah. KBI Banda Aceh didirikan sejak periode De Javasche Bank. Segera setelah pembangunan gedung kantor yang diselesaikan oleh Vermont Cuypers & Hulswit, tanggal 2 Desember 1918 De Javasche Bank mulai dibuka dengan bertempat di Jl. Cut Meutia No.15 Banda Aceh dengan pimpinan H.A. Burlage. Pada periode pendudukan Jepang, tanggal 20 Oktober 1942 ditutup kembali. Pada tanggal 2 Maret 1964, KBI Banda Aceh dibuka kembali dengan alamat yang sama. Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 menyebabkan kerusakan gedung kantor yang cukup parah sehingga KBI Banda Aceh memutuskan untuk memindahkan operasionalnya sementara ke salah satu rumah dinas Bank Indonesia yang beralamat di Jl. Jend. Sudirman No. 82 Banda Aceh. Pemindahan ini untuk menunjang kelancaran pelayanan KBI kepada masyarakat sambil menunggu selesainya renovasi yang dilakukan terhadap gedung kantor Jl. Cut Meutia No. 15 Banda Aceh. Pada tahun 2007, setelah renovasi gedung kantor selesai, kegiatan operasional KBI Banda Aceh kembali dipindahkan semula.

Visi. Menjadi Kantor Bank Indonesia yang dapat dipercaya di daerah melalui peningkatan peran dalam menjalankan tugas-tugas Bank Indonesia yang diberikan.

Misi. Mendukung pencapaian Kantor Pusat dibidang moneter, perbankan, dan sistem pembayaran secara efisien dan  optimal serta memberikan saran kepada Pemda dan lembaga terkait lainnya di daerah dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Tugas Pokok. Kantor Bank Indonesia sebagai kepanjangan Kantor Pusat Bank Indonesia memiliki beberapa tugas pokok sebagai berikut :

  1. Memberikan masukan kepada Kantor Pusat tentang kondisi ekonomi dan keuangan daerah di wilayah kerjanya;
  2. Melaksanakan kegiatan operasionalisasi sistem pembayaran tunai dan/non tunai sesuai dengan kebutuhan ekonomi daerah di wilayah kerjanya;
  3. Melaksanakan pengawasan bank dan fungsi-fungsi lain terkait dengan perbankan di wilayah kerjanya;
  4. Memberikan saran kepada Pemerintah Daerah mengenai kebijakan ekonomi daerah, yang didukung dengan penyediaan informasi berdasarkan hasil kajian/riset serta memfasilitasi pemberdayaan sektor riil/UMKM;
  5. Mengelola sumber daya internal yang dibutuhkan sebagai faktor pendukung fungsifungsi utama.
Show Left Panel