​Kajian Ekonomi dan Keuangan Aceh Februari 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
26 September 2020

Perkembangan Ekonomi Daerah
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2018 tercatat tumbuh 5,43%(yoy), meningkat dibanding angka triwulan sebelumnya (4,06%, yoy) maupun dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (3,55%, yoy). Dari sisi sektoral, pertumbuhan tersebut bersumber dari sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, serta perdagangan. Sementara dari sisi pengeluaran, peningkatan terutama disebabkan positifnya kinerja investasi, konsumsi rumah tangga dan ekspor luar negeri. Perkembangan Keuangan Daerah

Tingkat realisasi pendapatan terhadap pagu APBA Pemerintah Provinsi Aceh pada triwulan IV-2018 lebih rendah dibandingkan realisasi pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Penurunan realisasi pendapatan tersebut bersumber dari penurunan realisasi Pendapatan Asli Aceh, Pendapatan Transfer, dan Lain-lain Pendapatan yang Sah. Realisasi belanja terhadap pagu APBA mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan realisasi belanja APBA terutama didorong oleh penurunan realisasi Belanja Operasi, Belanja Modal, dan Transfer. Begitupun dengan belanja APBN yang mengalami penurunan dan bersumber dari pos Transfer ke Daerah dan Dana Desa.

Perkembangan Inflasi Daerah
Penurunan tekanan laju Inflasi Aceh terjadi seiring dengan semakin stabilnya harga komoditas volatile food di masyarakat. Sementara itu, komoditas administered price menjadi faktor pendorong inflasi di Aceh seiring dengan adanya kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak dan naiknya permintaan dan mobilitas masyarakat di akhir tahun.

Stabilitas Keuangan Daerah dan Pengembangan Akses Keuangan UMKM
Stabilitas sistem keuangan di Provinsi Aceh pada tiwulan IV 2018 masih terjaga ditopang oleh kinerja korporasi dan rumah tangga. Hal tersebut ikut mendorong meningkatnya kinerja perekonomian di Provinsi Aceh. Kinerja sektor perbankan menunjukkan kinerja yang meningkat ditunjukkan oleh LDR yang semakin optimal dengan tingkat risiko yang dapat dipertahankan pada level yang rendah menandakan fungsi intermediari yang semakin baik. Penyaluran kredit kelompok Korporasi dan Rumah Tangga menunjukkan kinerja yang masih positif diiringi dengan penurunan risiko yang tercermin dari penurunan non performing loan (NPL). Pertumbuhan penyaluran kredit UMKM meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Dilihat dari resikonya, NPL kredit UMKM mengalami penurunan namun masih berada di atas 5%.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
Posisi net outflow triwulan ini sebesar Rp3,05 triliun meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar Rp0,46 triliun. Transaksi ritel melalui SKNBI tercatat sebesar 102.685 transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp3,96 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 17,73%(qtq) dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar Rp3,42 triliun.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Pertumbuhan ekonomi yang membaik serta tingkat inflasi yang terkendali memberikan dampak positif pada kondisi perekonomian masyarakat. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Aceh hingga bulan Agustus 2018 tercatat 6,36%, lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (6,57%). Sementara itu, tingkat Kemiskinan juga turun dari 15,92% pada September 2017 menjadi 15,68% pada September 2018.

Prospek Perekonomian
Perekonomian Aceh pada triwulan II-2019 diperkirakan tumbuh 5,04%-5,44%(yoy) sedangkan pada tahun 2019 diperkirakan tumbuh 5,12%-5,52%(yoy). Angka tersebut tercatat lebih tinggi dibanding triwulan II-2018 (5,71, yoy) dan tahun 2018 (4,61%, yoy). Meningkatnya kinerja ekonomi tersebut diperkirakan bersumber dari konsumsi pemerintah dan investasi. Sementara itu, tekanan inflasi diperkirakan masih berada dalam kisaran yang terkendali dalam rentang 3,04%-3,44%(yoy) dengan perkiraan sumber inflasi berasal dari komponen volatile food.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel