Surat Edaran Bank Indonesia  No.11/ 6 /DPM - Tata Cara Penatausahaan Surat Berharga Syariah Negara Ritel - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 Oktober 2020
Ringkasan Peraturan Perundang-undangan Bank Indonesia

Peraturan : Surat Edaran No.11/ 6 /DPM Tanggal 10 Februari 2009 tentang Tata Cara Penatausahaan Surat Berharga Syariah Negara Ritel
Berlaku : 10 Februari 2009
Ringkasan :
I. TATA CARA PENATAUSAHAAN SUKUK NEGARA RITEL
  1. Setelmen Sukuk Negara Ritel di Pasar Perdana
    1. Dilakukan berdasarkan penetapan hasil penjualan SBSN Ritel oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Utang untuk dan atas nama Menteri Keuangan.
    2. Dilakukan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah tanggal penetapan sebagaimana dimaksud pada angka 1.
    3. Prosedur setelmen :
      1. Agen Penjual/ Bank pembayar (dalam hal agen penjual bukan merupakan bank, agen penjual menyampaikan informasi bank pembayar kepada BI c.q. DPM-PTPM) melakukan pembayaran melalui sistem BI-RTGS ke rekening giro rupiah Pemerintah di Bank Indonesia dengan nomor rekening 500.000003 “Menteri Keuangan Penerimaan Penerbitan Surat Berharga Negara” sesuai dengan nilai volume hasil penjatahan yang diperoleh, paling lambat pukul 10.00 WIB pada hari setelmen.
      2. Agen Penjual menyampaikan bukti pembayaran sebagaimana dimaksud pada huruf a kepada Bagian PTPM.
      3. Berdasarkan bukti pembayaran tersebut, Bagian PTPM mencatatkan penerbitan seri Sukuk Negara Ritel dalam BI-SSSS dan mengkredit rekening surat berharga Sub-Registry yang ditunjuk oleh investor pembeli Sukuk Negara Ritel.
      4. Sub-Registry mencatatkan kepemilikan Sukuk Negara Ritel atas nama investor yang memperoleh penjatahan Sukuk Negara Ritel secara individual pada sistem Sub-Registry; dan
      5. Pada hari yang sama Sub-Registry mengirimkan daftar rincian individual investor Sukuk Negara Ritel kepada BI cq. DPM-PTPM yang mencakup Account Identifier (AId), nama nasabah, securities code, status investor, tipe investor dan nominal transaksi melalui sarana e-mail.
  2. Pembayaran Imbalan dan/atau Nilai Nominal Sukuk Negara Ritel
    1. Dilakukan pada tanggal jatuh tempo pembayaran Imbalan dan/atau Nilai Nominal berdasarkan posisi kepemilikan Sukuk Negara Ritel yang tercatat di BI-SSSS pada 2 (dua) Hari Kerja sebelum tanggal jatuh tempo tersebut.
    2. Dilakukan dengan cara mendebet rekening giro rupiah milik Pemerintah di Bank Indonesia dan mengkredit rekening giro rupiah milik Bank atau Bank pembayar Sub-Registry atau Sub-Registry di Bank Indonesia.
    3. Pada hari yang sama dengan hari pembayaran sebagaimana dimaksud dalam angka 1, Sub-Registry meneruskan pembayaran Imbalan dan/atau Nilai Nominal Sukuk Negara Ritel kepada investor yang tercatat di Sub-Registry.
  3. Setelmen Transaksi Sukuk Negara Ritel di Pasar Sekunder Prosedur setelmen transaksi Sukuk Negara Ritel di pasar sekunder dilakukan sesuai ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai BI-SSSS.
II. PENUTUP
Ketentuan dalam Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal 10 Februari 2009.
    Tags:  

    Survei

    Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
    Nilai halaman ini:
    Komentar:
    Show Left Panel