Surat Edaran No.11/ 22 /DPM  Tanggal 12 Agustus 2009 tentang Tata Cara Lelang dan Penatausahaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
30 September 2020

Ringkasan:

  I.    Tata Cara Lelang SBSN di Pasar Perdana

 

A.             Ketantuan dan Persyaratan

 

Penawaran Pembelian via

Sarana pengajuan

Yang dapat dibeli

Peruntukan penawaran

Sifat penawaran

Pihak selain BI & LPS

Peserta lelang

BI-SSSS

SBSN Jangka panjang dan pendek

Untuk dan atas nama diri sendiri

Competitive Bidding

Untuk dan atas nama pihak lain

dalam hal SBSN jangka pendek : Non-Competitive Bidding  dan

dalam hal SBSN jangka panjang : Non-Competitive Bidding &/ Competitive Bidding

BI

Langsung

SBSN Jangka pendek

Untuk dan atas nama diri sendiri

Non-Competitive Bidding

LPS

langsung

SBSN Jangka panjang dan pendek

Untuk dan atas nama diri sendiri

Non-Competitive Bidding

B.             Pelaksanaan Lelang

1.   Lelang SBSN mulai pukul 10.00 WIB s.d. pukul 12.00 WIB atau waktu lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan cq. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang.

2.   Penawaran dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :

 

 

Minimum

Kelipatan

Penawaran Volume

1.000 unit atau

Rp 1 miliar

100 unit atau

Rp 100 juta

Penawaran Yield

(dlm hal imbalan fixed coupon dan zero coupon)

-

1/32 atau 0,03125

Penawaran Harga

(dlm hal imbalan floating coupon)

-

0,05%

 C.             Penentuan Pemenang Lelang

1.     Menteri Keuangan menetapkan hasil Lelang SBSN yang dapat berupa penerimaan seluruh atau sebagian, atau penolakan seluruh penawaran Lelang SBSN yang masuk.

2.     Penetapan harga SBSN bagi pemenang lelang dilakukan sesuai dengan jenis penawaran pembelian:

 

Penawaran pembelian

Metode

Competitive Bidding

Harga Beragam (Multiple Price) atau Harga Seragam (Uniform Price)

Non-Competitive Bidding

Harga Rata-rata Tertimbang (Weighted Average Price) dari hasil lelang Penawaran Pembelian Kompetitif.

 D.             Pengumuman Hasil Lelang

Berdasarkan penetapan Menteri Keuangan tersebut, Bank Indonesia pada akhir hari pelaksanaan Lelang SBSN :

a.     mengumumkan hasil Lelang SBSN, yang paling kurang memuat Nilai Nominal secara keseluruhan yang dimenangkan dan rata-rata tertimbang tingkat Imbalan dan/atau diskonto; dan

b.     menyampaikan hasil Lelang SBSN kepada masing-masing Peserta Lelang yang paling kurang memuat nama pemenang, Nilai Nominal yang dimenangkan dan tingkat Imbalan dan/atau diskonto.

 

 II.    Tata Cara Penatausahaan SBSN

A.     Setelmen Hasil Lelang SBSN di Pasar Perdana

Bank Indonesia melakukan setelmen hasil Lelang SBSN di Pasar Perdana dengan ketentuan sebagai berikut :

1.     Setelmen hasil Lelang SBSN di Pasar Perdana dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :

 

SBSN jangka pendek

SBSN Jangka panjang

Waktu  setelmen

< T+2

< T+5

Bentuk setelmen :

a.   Setelmen dana

 

 

 

 

b.   Setelmen SBSN

 

D: Rek giro Bank/Bank Pembayar*

K: Rek giro Rp pemerintah di BI

 

*ditunjuk sub-registry

 

Mengkredit rek surat berharga di pemenang lelang di central registry

2.     Berdasarkan setelmen hasil pemenang Lelang SBSN, Bank Indonesia melakukan pencatatan penerbitan SBSN sesuai ketentuan dan persyaratan (terms and conditions) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

3.     Setelah pelaksanaan setelmen SBSN, pada hari yang sama Sub-Registry wajib mencatat kepemilikan SBSN atas nama nasabah pemenang SBSN secara individual pada sistem Sub-Registry.

B.     Pembayaran Imbalan SBSN dan/atau Nilai Nominal SBSN

1.     Bank Indonesia membayar Imbalan dan/atau Nilai Nominal SBSN berdasarkan posisi kepemilikan SBSN yang tercatat di BI-SSSS pada 2 (dua) Hari Kerja sebelum tanggal jatuh waktu pembayaran Imbalan dan/atau Nilai Nominal SBSN (T-2).

2.     Pembayaran tersebut dilakukan pada tanggal jatuh waktu atau pada hari kerja berikutnya apabila tanggal jatuh waktu bertepatan dengan hari libur.

3.     Pembayaran dilakukan dengan mendebet rekening giro rupiah milik Pemerintah di Bank Indonesia dan mengkredit rekening giro rupiah milik Bank dan/atau Bank pembayar yang ditunjuk Sub-Registry di Bank Indonesia sebesar Imbalan dan/atau Nilai Nominal SBSN.

4.     Pada hari yang sama dengan hari pembayaran Imbalan dan/atau Nilai Nominal SBSN oleh Bank Indonesia, Sub-Registry wajib meneruskan pembayaran Imbalan dan/atau Nilai Nominal SBSN kepada investor yang tercatat di Sub-Registry.

C.    Transaksi SBSN di Pasar Sekunder

Prosedur setelmen transaksi SBSN di pasar sekunder sebagaimana dimaksud pada angka 1 dilakukan sesuai ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai BI-SSSS yang berlaku.

 

III.    Penutup

Ketentuan dalam Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal 12 Agustus 2009.

 

 

 

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel