Kerangka Kebijakan Moneter - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
09 Desember 2019

Kerangka Kebijakan Moneter 

Dalam melaksanakan kebijakan moneter, Bank Indonesia menganut kerangka kerja yang dinamakan Inflation Targeting Framework (ITF) dengan penggunaan suku bunga sebagai sasaran operasional. Kerangka kerja ini diterapkan secara formal sejak 1 Juli 2005, setelah sebelumnya menggunakan kebijakan moneter yang menerapkan uang primer (base money) sebagai sasaran kebijakan moneter.

Berpijak pada pengalaman krisis keuangan global 2008/2009, salah satu pelajaran penting yang mengemuka adalah diperlukannya fleksibilitas yang cukup bagi bank sentral untuk merespons perkembangan ekonomi yang semakin kompleks dan peran sektor keuangan yang semakin kuat dalam memengaruhi stabilitas ekonomi makro. Berdasarkan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memperkuat kerangka ITF menjadi Flexible ITF.   
 
Apa itu Flexible ITF?   I   Mengapa Flexible ITF?    I    Bagaimana Flexible ITF diterapkan?
 

Krisis keuangan global yang terjadi pada tahun 2008/2009 mengharuskan bank sentral untuk melakukan stabilitas sistem keuangan dan penyelamatan perekonomian. Kebijakan yang hanya mengedepankan penerapan ITF menunjukkan pelemahan. Hal ini dikarenakan penerapan ITF secara ketat yang hanya fokus pada mandat kebijakan moneter untuk menjaga inflasi sesuai dengan targetnya tidak cukup untuk menjaga stabilitas sistem perekonomian secara keseluruhan.

Seiring dengan semakin besarnya peran sistem keuangan dalam perekonomian, dampak ketidakstabilan sistem keuangan menjadi semakin signifikan. Hal ini tercermin pada dari besarnya biaya penyelamatan dan juga beratnya dampak yang ditimbulkan oleh krisis keuangan global tahun 2008/2009, sehingga menyadarkan pentingnya peran bank sentral untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan.

Strategi kebijakan moneter pasca krisis keuangan global 2008/2009, bank sentral dituntut untuk semakin memperkuat stabilitas sistem keuangan untuk memastikan perekonomian dan sistem keuangan berada dalam kondisi stabil, baik dari sisi makroekonomi maupun sektor keuangan.Oleh karena itu, Bank Indonesia memperkuat kerangka ITF menjadi flexible ITF dengan semakin memperkuat mandatnya dalam kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan.

 

Tanggal Pengkinian : 31 Juli 2018

 

 

Show Left Panel