<div class="ms-rteFontSize-2" style="margin:0cm 0cm 8pt;text-align:left;line-height:115%"><b><span style="line-height:115%;font-family:"frutiger 45 light"">Sekolah Pendidikan Bank Indonesia</span></b></div> - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
18 September 2019
​Rekrutmen di Bank Indonesia (BI) terkenal memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dan seleksi yang ketat. Contoh saja di awal tahun 2019 ini, BI menerima 160 calon pegawai (capeg) dari jalur PCPM. Mereka adalah putra putri terbaik bangsa yang berhasil bersaing mengalahkan ± 141.000 pelamar dari seluruh Indonesia. Bisa dibayangkan, betapa saringan yang harus dilalui berat dan ketat. Tentunya bibit-bibit unggul hasil saringan ini ini harus dijaga dengan baik dari aspek kualitas dan kompetensi.  Untuk itu, Bank Indonesia Institute (BINS) menyiapkan program pendidikan dan pelatihan bagi pegawai, sejak pertama kali menjadi capeg sampai dengan menjelang pensiun.
 
Sekolah Pendidikan (SESPI) adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh BINS bagi pegawai yang diusulkan promosi ke jabatan dengan tugas dan kewenangan yang lebih kompleks.  Tujuan utama SESPI untuk menyiapkan pemimpin BI yang kompeten, profesional, memiliki kepemimpinan yang kuat, dan berakhlak mulia. SDM ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi nyata Bank Indonesia dalam perekonomian nasional dan menjadi bank sentral terbaik di emerging market. Ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yang menggunakan nama Pendidikan Karir Bank Indonesia (PKBI), tahun ini semua program pendidikan karir menggunakan nama Sekolah untuk lebih mencerminkan muatan edukasinya
 
SESPI sendiri dibagi menjadi empat tingkat yaitu (1) Sekolah Pimpinan Muda Bank Indonesia (SESMUBI) bagi pegawai promosi dari Asisten Manajer ke tingkat Manajer, (2) Sekolah Pimpinan Madya Bank Indonesia (SESMABI) bagi pegawai promosi dari Manajer ke tingkat Asisten Direktur, (3) Sekolah Pimpinan Utama Bank Indonesia (SESTABI) bagi pegawai promosi dari Asisten Direktur ke tingkat Deputi Direktur, kemudian yang terakhir dan paling tinggi adalah (4) Sekolah Pimpinan Tinggi Bank Indonesia (SESPIBI) bagi pegawai promosi dari Deputi Direktur ke tingkat Direktur.
 
Apa yang berbeda pada SESPI dibandingkan program sebelumnya? SESPI ini merupakan pendidikan yang menjadi prasyarat bagi kelayakan promosi. Secara durasi waktu, pendidikan dilaksanakan lebih lama dibanding program serupa sebelumnya yaitu 6 – 9 minggu. Untuk itu, BINS telah memformulasikan secara sistematis dan komprehensif  seluruh materi dan metode pendidikan. Desain program kemudian diturunkan dalam postur  pendidikan yang akan dijalani seluruh peserta selama program berlangsung.
 
Postur pendidikan SESPI mencakup 4 hal yaitu (1) Modul Team Building and Spiritual, (2) Modul Macroeconomy and Central Banking (Konsepsi dan Current Issues), (3) Modul Strategic Leadership and Change Management, dan (4) Kegiatan Study Visit:
  • Modul pertama, Team Building  and Spiritual, materi yang disampaikan mencakup Wawasan Kebangsaan (Bela     Negara) dan Spiritual Revival  yang bertujuan untuk membentuk pemimpin yang memiliki wawasan kebangsaan, berkarakter, memiliki nilai luhur, keteladanan serta akhlak mulia. Pada modul ini akan dimasukkan materi dan praktek terkait team building di setiap tingkatan.
  • Modul kedua, Macroeconomic and Central Banking Macroeconomic Policy, dilakukan penguatan pada  aspek konsepsi sebagai penguatan landasan keilmuan (konsep), kerangka berpikir (Framework) dan interlink antar sektor serta aspek isu strategis terkini terkait dengan makroekonomi dan kebanksentralan.
  • Modul ketiga, Strategic Leadership and Change Management, merupakan penguatan konsepsi, implementasi (aplikasi) dan isu strategis terkini mengenai strategic leadership dan change management. Topik pembelajaran disesuaikan dengan target pengembangan kompetensi perilaku BI yaitu Strategic Perspective, Change Agility, Active Collaboration, Decisiveness, Influencing Stakeholder dan Building Nation.
  • Kegiatan Study Visit,  untuk meningkatkan pemahaman terkait kondisi riil dari tantangan pengembangan perekonomian Indonesia baik makro ataupun mikro termasuk interlinkage sektoral.  Study visit dilaksanakan dalam bentuk Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) sesuai target sektoral (Pariwisata/ Manufaktur/ Maritim dan Digital Economy) yang ditetapkan pada tingkat pusat dan daerah. Khusus SESPIBI akan dilaksanakan Studi Strategis Luar Negeri sebagai comparative assessment. Output dari kegiatan Study Visit peserta dapat merumuskan insight dan ide rekomendasi terkait pengembangan perekonomian Indonesia secara sustainable di era ekonomi digital.
Masing-masing modul pembelajaran tersebut telah dilakukan penyesuaian gradasi mulai dari level SESMUBI s.d SESPIBI. Gradasi tersebut muncul pada aspek keluasan dan kedalaman materi, tools dan metode pembelajaran yang digunakan, antara lain metode belajar melalui lecture/diskusi, case study, boardgame serta narasumber.
 
Untuk mendukung proses pembelajaran berjalan sesuai kualitas yang ditetapkan, BINS telah mempersiapkan narasumber  internal dan eksternal yang profesional serta ahli di bidangnya.  Mereka akan memberikan paparan dan berdiskusi/bertukar pendapat/pemikiran dengan peserta Pendidikan. Proses belajar yang lebih aktif melalui studi kasus juga diterapkan untuk melatih kemampuan analisis secara cepat dan tepat.
 
Untuk semester 1 - 2019 ini, SESPI yang dilaksanakan di BINS sangat padat. Diselenggarakan:
  • 2 kelas SESMUBI yang telah dibuka secara resmi pada tanggal 14 Februari 2019, diikuti oleh 57 orang pegawai;
  • 2 kelas SESMABI yang ibuka pada tanggal 21 Februari 2019, diikuti oleh 42 orang pegawai;
  • 1 kelas SESTABI yang dibuka pada tanggal 8 Maret 2019, diikuti oleh 32 orang pegawai;
  • dan 1 kelas SESPIBI, dibuka secara resmi pada tanggal 21 Maret 2019, dan diikuti oleh 25 pegawai.
Tema SESPI pada tahun 2019 ini adalah “Membangun Kepemimpinan Transformastif dalam Mendorong Sustainabilitas Pembangunan Ekonomi Nasional di Era Ekonomi Digital”. Tema ini disusun dengan melihat perkembangan kegiatan ekonomi dan isu terkini yang relevan, serta concern Bank Indonesia terhadap perkembangan ekonomi nasional.
 
Mengutip kata bijak dari seorang tokoh, Nelson Mandela,“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world”. Melalui program pendidikan yang dilaksanakan, diharapkan akan lahir para pemimpin Bank Indonesia yang mampu membawa banyak perubahan dan inovasi di Bank Indonesia.
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel