<div class="ms-rteFontSize-2" style="background:white;margin:0cm 0cm 0pt;text-align:left;line-height:115%"><b><span lang="EN-GB" style="padding:0cm;border:1pt windowtext;line-height:115%;font-family:"frutiger 45 light"">The 13<sup>th</sup> Bulletin of </span></b><b><span lang="EN-GB" style="padding:0cm;border:1pt windowtext;line-height:115%;font-family:"frutiger 45 light"">Monetary Economics and Banking <b><span lang="EN-GB" style="padding:0cm;border:1pt windowtext;line-height:115%;font-family:"frutiger 45 light"">International Conference and Call for Papers 2019</span></b></span></b></div> <span class="ms-rteFontSize-2"> </span> - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
07 Juli 2020
Bank Indonesia kembali menyelenggarakan Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-13 dan Call for Papers pada tanggal 28-30 Agustus 2019 di Bali. Tema konferensi kali ini adalah Maintaining Stability and Strengthening Momentum of Growth Amidst High Uncertainties in Digital Era.  
 
Kemajuan teknologi yang sangat pesat, terutama digitalisasi, dalam satu sampai dua dekade terakhir telah membawa perubahan-perubahan yang besar dalam cara manusia memproduksi barang dan jasa, mendistribusikannya, melakukan transaksi pembayaran, dan membiayai aktivitas usaha.  Menghadapi perubahan-perubahan ini, bank sentral di banyak negara terus mengambil langkah-langkah untuk lebih memahami implikasi dari perubahan-perubahan tersebut pada kebijakan ekonomi, baik kebijakan moneter, ekonomi makro, sistem keuangan dan sistem pembayaran.  Indonesia berada pada pusaran perubahan tersebut. Digitalisasi telah menghasilkan banyak unicorns dari Indonesia, tapi juga membuka ruang bagi penguatan kebijakan ekonomi di berbagai bidang.  Oleh karena itu, tema konferensi tahun ini menjadi sangat relevan. Melalui konferensi ini diharapkan peneliti-peneliti baik dari Indonesia maupun dari luar negeri dapat bertemu dan belajar satu sama lain sehingga ekosistem penelitian di Indonesia, terutama terkait kebijakan ekonomi ditengah perubahan teknologi, menjadi lebih kuat.
 
Konferensi kali ini ditandai oleh perluasan kemitraan, peningkatan kualitas BMEB, penguatan mutu konferensi, dan penguatan dampak positif dari penyelenggaraan konferensi (eksternalitas). Jika tahun sebelumnya mitra  Institut Bank Indonesia dalam penyelenggaraan konferensi adalah the Asia-Pacific Applied Economics Association (APAEA) dan 4 universitas negeri di Indonesia (Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, dan Institut Pertanian Bogor), pada tahun 2019 ini, mitra yang turut mendukung terselenggaranya konferensi internasional ini  bertambah dengan bergabungnya Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), the Asian Development Bank (ADB) dan Universitas Padjajaran.
 
Reviewers yang bermitra dengan BMEB menyeleksi artikel ilmiah yang masuk berasal dari 17 negara dan mayoritas memiliki Scopus h-index yang tinggi sehingga sangat kompeten dibidangnya. Seleksi artikel dilakukan melalui proses double-blind manuscript review process, yang diikuti pula oleh langkah antisipasi terhadap kemungkinan plagiarisme secara ketat. Dengan pendekatan double-blind review process, identitas baik penulis maupun penilai saling tidak mengetahui.  
 
BMEB telah terindeks dalam Google Scholar, ISJD (sistem repositori jurnal ilmiah yang dikelola oleh LIPI), Cross-Ref, ASEAN Citation, the Directory of Open Access Journal (DOAJ) dan the Science and Technology Index (SINTA) yang dikeluarkan oleh Kemenristek Dikti.  Sejak Juli 2019, setelah melewati tahapan evaluasi yang ketat oleh Content Selection and Advisory Board dari Scopus, BMEB telah menjadi jurnal yang terindeks Scopus. Hal ini merupakan afirmasi atas meningkatnya kualitas BMEB sebagai jurnal internasional.
 
Diharapkan dengan indeksasi Scopus tersebut, BMEB dapat memberikan kontribusi pada penguatan ekosistem riset ekonomi di tanah air. Saat ini jumlah visitor website BMEB sekitar 7.557 pengunjung per bulan, dengan 87% pengunjung dari Indonesia (data bulan Mei 2019).
 
Tahun ini sesi plenari menghadirkan Prof. Iwan Jaya Azis dari Cornell University USA, Prof. Iftekhar Hasan dari Fordham University USA dan Prof. Jonathan Batten dari University Utara Malaysia.  Prof. Paresh K. Narayan dari Deakin University Australia, dan Presiden APAEA, bertindak sebagai moderator. 
 
Artikel ilmiah (scientific paper) yang mendaftar dalam seleksi BMEB tahun 2019 mengalami peningkatan signifikan. Jika tahun 2018 terdapat 180 artikel ilmiah yang masuk, maka tahun ini menjadi 437 artikel ilmiah, yang ditulis oleh 833 penulis.   437 artikel ilmiah tersebut berasal dari 40 negara dan meliputi 5 benua. 255 dari 437 atau 58% artikel ilmiah yang masuk tersebut berasal dari penulis luar negeri, yang mengindikasikan konferensi BEMB semakin diminati peneliti nasional dan internasional.
 
Melalui proses seleksi yang ketat, dipilih 65 artikel ilmiah terbaik untuk ditampilkan dalam konferensi ini.  65 artikel ilmiah tersebut berasal dari 16 negara, dengan komposisi 30 artikel ilmiah dari dalam negeri dan 35 artikel ilmiah dari penulis internasional.
Pemenang kategori best paper di tahun 2019 diperoleh oleh:
1.    Dyah Pritadrajati dari Oxford Poverty and Human Development Initiative, Indonesia
Judul paper: From School to Work: Does Vocational Education Improve Labour Market  Outcomes? An Empirical Analysis of Indonesia
2.    Dat Thanh Nguyen dari The University of Danang, Vietnam
Judul paper: Global Value Chain Embeddedness and Labour Productivity in the Asia-Pacific Countries
 
BMEB2019c.jpg
BMEB2019b.jpg
BMEB2019a.jpg



 
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel