Kuliah Umum Kebanksentralan di Universitas Jambi oleh Kepala BI Institute - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 September 2020
Sebagai salah satu bentuk implementasi dari kerja sama antara BI Institute dengan Universitas Jambi di bidang Kebanksentralan, pada tanggal 24 April 2019, Kepala BI Institute Bapak Solikin M.Juhro menjadi narasumber dalam Kuliah Umum Kebanksentralan. Mengusung tema “Bauran Kebijakan Bank Sentral: Paradigma Kebijakan Bank Sentral Pasca Krisis” di Universitas Jambi. Kegiatan Kuliah Umum ini juga menjadi rangkaian acara Dies Natalis FEB Universitas Jambi.
 
Dalam sesi Kuliah Umum,  Bapak Solikin M. Juhro memaparkan materi  mengenai tantangan perekonomian pada periode krisis dan pasca krisis. Beliau juga memaparkan bahwa setidaknya ada 3 pelajaran dari  krisis keuangan global (GFC) 2008, yaitu:
1. Stabilitas makro tidak akan tercapai tanpa stabilitas sistem keuangan
   Sementara stabilitas harga tetap menjadi target utama (primary goal) bank-bank sentral, krisis global
   memperlihatkan bahwa menjaga inflasi yang rendah saja, tanpa menjaga stabilitas sistem keuangan tidaklah
   cukup untuk mencapai stabilitas makroekonomi.
2. Tantangan yang beragam vs. bauran instrumen kebijakan
    Dalam perekonomian kecil terbuka, beragam tantangan dalam pengambilan kebijakan moneter sebagai akibat  
    dari dinamika arus modal mengimplikasikan bahwa otoritas moneter harus menggunakan beragam instrumen.
    Penggunaan bauran instrumen memungkinkan Bank Indonesia untuk mengatasi berbagai dilema tersebut.
3. Kebijakan nilai tukar harus memainkan peran penting dlm ITF
    Dalam perekonomian kecil terbuka, dinamika nilai tukar sebagian besar dipengaruhi oleh persepsi risiko investor, 
    yang memicu pergerakan modal. Diperlukan suatu cara pengelolaan nilai tukar untuk menghindari volatilitas yang
    berlebihan.
 
Disebutkan pula mengenai perkembangan ekonomi nasional dan global terkini beserta tantangan yang dihadapi. Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, BI menerapkan bauran kebijakan yang terdiri dari kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, kebijakan sistem pembayaran, akselerasi pendalaman pasar keuangan dan pengembangan ekonomi keuangan Syariah. Bauran kebijakan tersebut sangat penting perannya dalam pencapaian visi Bank Indonesia yaitu inflasi yang rendah dan nilai tukar yang stabil.
 
Kuliah umum di Universitas Jambi ini dihadiri lebih dari 700 peserta yang terdiri dari mahasiswa S1 & Pascasarjana, dosen Universitas Jambi (UNJA) dan perguruan tinggi sekitar, pimpinan dan staf UNJA, aparat pemerintah daerah, perbankan, dan otoritas lainnya. 

Setelah acara kuliah umum selesai, Kepala BI Institute kembali menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh KPwDN Jambi yang bertema “Sinergi BI dan Stakeholders untuk Menjawab Tantangan Perekonomian Pasca Krisis dan Mendukung Pengembangan Ekonomi Provinsi Jambi”. Hadir dalam FGD tersebut Pemerintah Daerah Provinsi dan Kota Jambi, akademisi/ekonom regional setempat, OJK, BPS, Kadin, dan anggota ISEI.
 
Kuliah Umum Kebanksentralan UNJA 2.jpg
Kuliah Umum Kebanksentralan UNJA 1.jpg

Kuliah Umum Kebanksentralan UNJA 3.jpg


 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel