Talkshow Demensia: Gejala, Penyebab, dan Melawan Pikun - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
13 Agustus 2020
Kamis, 19 April 2018, Perpustakaan Bank Indonesia berkolaborasi dengan Persatuan Isteri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) menyelenggarakan Talkshow yang bertajuk “Demensia: Gejala, Penyebab, dan Melawan Pikun”. Masih dalam rangkaian acara yang sama di bulan April yaitu perayaan world book and copyright day, narasumber yang hadir dalam acara ini adalah D.Y Suharya dan Dr.dr.Ria Maria Theresa dengan moderator dr.Lula Kamal. Salah satu narasumber yaitu D.Y Suharya merupakan penulis buku “Ketika Ibu Melupakanmu”, buku yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadinya hidup pada saat merawat ibunda yang  menderita Alzheimer.
 
Acara dibuka oleh Kepala Grup Pengembangan Akademi Bank Indonesia Institute (BI Institute) Ibu Arlyana Abubakar, turut hadir dalam acara isteri Deputi Gubernur Bank Indonesia yaitu Ibu Nila Erwin Riyanto, Ibu Hermin Sugeng, dan ibu Sylvie Dody Budi Waluyo. Dalam sambutannya ibu Arylana Abubakar mengungkapkan bahwa isu mengenai demensia sedang ramai dibicarakan di berbagai negara, mengingat perkembangan penyakitnya adalah setiap 3 detik ada 1 orang yang mengidap demensia. Kemudian yang perlu diperhatikan dan diwaspadai, masyarakat yang lebih berpotensi terkena demensia ini adalah penduduk di low and middle income country. Demensia sendiri adalah suatu kondisi klinis yang ditandai oleh penurunan daya ingat, intelektualitas dan emosional. Melalui talkshow ini Ibu Arly berharap peserta yang hadir bisa belajar lebih jauh mengenai cara mengurangi resiko dan bagaimana menghadapi orang dengan demensia, tentunya kita tidak hanya ingin sekedar panjang umur tetapi memiliki quality of life yang baik juga bukan, ujarnya.
 
Dihadiri lebih dari 150 peserta acara talkshow Demensia: Gejala, Penyebab, dan Melawan Pikun ini berlangsung hangat dan interaktif. Sebelum memberikan presentasi mengenai demensia, D.Y Suharya yang juga Direktur Alzheimer’s Indonesia memutarkan sebuah video tentang 10 gejala umum penyakit demensia alzheimer, diantaranya yaitu mengalami gangguan daya ingat, sulit fokus, menarik diri dari pergaulan, dan lain-lain. Semua orang pasti akan tua, tetapi banyak lupa jika sudah tua bukan hal yang biasa dan tidak boleh diremehkan, jangan maklum dengan pikun ujar D.Y Suharya. Dalam paparannya ia berbagi pengalaman, tips dan juga tantangan tentang apa yang dilakukan jika ada orang dengan demensia di sekitar kita. Kita harus melakukan sesuatu yang bermakna karena hal-hal yang bermakna akan mudah diingat oleh orang yang mengidap demensia. Bahkan D.Y Suharya dan Alzheimer’s Indonesia telah menyiapkan training khusus bagi pendamping orang dengan demensia.
 
Narasumber yang kedua yaitu Dr.dr.Ria Maria Theresa, dalam talkshow ini beliau membahas demensia dari sisi medis. Demensia belum bisa disembuhkan, obat yang ada hanya untuk memperlambat progresivitas. Demensia ini tidak terjadi hanya pada lansia saja, bahkan ada kasus usia 29 tahun sudah mengidap demensia, penyebabnya bisa jadi karena depresi, lifestyle yang buruk, kekurangan nutrisi. Dr.dr.Ria Maria Theresa menginformasikan mengenai cara untuk mengurangi resiko demensia, seperti dengan rutin olahraga 150 menit seminggu, menerapkan pola makan yang sehat, melatih otak secara berkala, berpikiran positif, dan beraktivitas produktif dan kreatif. Terakhir ia juga berpesan agar saat medical check up kita tidak hanya memeriksakan kesehatan darah, jantung, dan ginjal saja tetapi cek kesehatan fungsi otak juga.
 
9.JPG 
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel