Peluncuran dan Bedah Buku "Harmoni dalam Perbedaan: Bank Indonesia dalam Dinamika Ekonomi Solo Raya" - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 September 2020
Bank Indonesia Institute bersama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo mengadakan kegiatan Peluncuran dan Bedah Buku ‘Harmoni dalam Perbedaan: Bank Indonesia dalam Dinamika Ekonomi Solo Raya’ (12/8). Acara ini terselenggara pada rangkaian peringatan ulang tahun ke-66 Bank Indonesia pada 1 Juli kemarin dan HUT ke-74 Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2019 mendatang.
Buku ini merupakan komitmen Bank Indonesia dalam mendokumentasikan pemikiran, kebijakan, wisdom, pengalaman dan sejararah organisasi dalam bentuk Institutional Memory, sekaligus memperkaya referensi akademis, khususnya pada bidang kajian sejarah ekonomi yang dapat digunakan oleh semua kalangan. Buku yang sudah dapat diakses oleh masyarakat adalah buku sejarah KPw BI Medan, Surabaya, Padang, Kalimantan, Pontianak dan Solo (dapat diperoleh di Perpustakaan Bank Indonesia atau website BI Institute https://www.bi.go.id/id/institute). Ke depan, Bank Indonesia akan merilis buku sejarah untuk 11 kota berikutnya, antara lain Makassar, Bandung, Palembang, Malang, Yogyakarta, Semarang, Aceh, Kediri, Cirebon, Banjarmasin dan Manado.
Pemilihan kota-kota ini berangkat dari sejarah Bank Indonesia yang diawali dengan pendirian De Javasche Bank (DJB) oleh pemerintah kolonial pada tahun 1828 di Batavia (sekarang Jakarta). Pembukaan 16 kantor cabang DJB di Hindia Belanda pada waktu itu secara umum dilatarbelakangi oleh kepentingan politik dan ekonomi yang juga diwarnai keunikan masing-masing daerah tersebut.
Kehadiran DJB di Solo pada tahun 1 April 1867 misalnya, menjadi kantor cabang pertama yang didirikan di wilayah non pesisir. Hal itu karena pesatnya ekonomi perkebunan di daerah Solo Raya sehingga mengundang pengusaha-pengusaha dari Eropa.
Keunikan lain yang diangkat dalam buku ini termuat dalam tema dan judul buku, yakni ‘Harmoni dalam Perbedaan’, karena pada perkembangannya, perekonomian Kota Solo ditopang oleh dua kutub ekonomi, yaitu ekonomi perkebunan modern dan ekonomi kerakyatan. Hubungan itu juga relevan dengan kondisi kekinian Kota Solo yang menjaga nilai-nilai sejarah dan tradisional sebagai aset masa depan.
Acara ini dibuka oleh Direktur Bank Indonesia Institute, Ibu Arlyana Abubakar dan Wakil Walikota Solo Bapak Achmad Poernomo. Selain itu, turut hadir sebagai narasumber Kepala KPwBI Solo, Dr. Bambang Pramono, ekonom senior Bapak Umar Juoro, M.A., M.A. P. E., Guru Besar Sejarah Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof. Dr. Warto yang juga sebagai penulis, termasuk hadir penulis ahli heritage UNS Dr. Titis Srimuda Pitana, S.T. M.Trop. Arch serta anggota tim penyusun yang lain. Acara ini mengundang akademisi, mahasiswa dari fakultas ekonomi dan ilmu budaya serta pemerhati Sejarah di Kota Solo.
 
IMG-20190812-WA0055.jpg
IMG-20190812-WA0056.jpg
IMG-20190812-WA0054.jpg



 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel