Peluncuran dan Bedah Buku Seri Sejarah & <em>Heritage</em> KPwBI Sulawesi Selatan "Pusat Ekonomi Maritim Makassar dan Peranan Bank Indonesia di Sulawesi Selatan" - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 Januari 2020
Bank Indonesia Institute bersama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan peluncuran dan bedah buku berjudul "Pusat Ekonomi Maritim Makassar dan Peranan Bank Indonesia di Sulawesi Selatan" pada hari Rabu, 18 September 2019.
 
Buku ini merupakan komitmen Bank Indonesia dalam mendokumentasikan pemikiran, kebijakan, wisdom, pengalaman dan sejarah organisasi dalam bentuk Institutional Memory, sekaligus memperkaya referensi akademis khususnya bidang kajian sejarah ekonomi. Buku yang diluncurkan pada hari ini melengkapi seri buku sejarah dan heritage Kantor Perwakilan Bank Indonesia lainnya yang sudah terbit,  yaitu buku sejarah KPw BI Medan, Surabaya, Padang, Pontianak, Solo, dan Makassar (dapat diperoleh di Perpustakaan Bank Indonesia atau website BI Institute (https://www.bi.go.id/id/institute/publikasi/buku/Pages/Buku-Sejarah-BI-Sulawesi-Selatan-.aspx).
 
Pemilihan kota-kota ini didasari oleh keberadaan kantor cabang De Javasche Bank (DJB) di daerah tersebut yang berperan sebagai bank sirkulasi pada masa kolonial, sebagai cikal bakal berdirinya Kantor Perwakilan Bank Indonesia di kota tersebut.
 
Isi buku ini mengangkat sejarah kemajuan ekonomi Makassar sejak berabad lalu, yang gerak ekonominya  bertumpu pada sektor perdagangan maritim. Bahkan dimasa Pemerintah Kolonial Belanda, Makassar ditetapkan sebagai bandar transito yang menghubungkan jalur dagang antara Asia dan Eropa, dengan puncaknya pada abad ke-19 melalui kopra sebagai komoditas unggulan. Ramainya perdagangan internasional di Makassar, mendorong kemunculan perusahaan-perusahaan dagang Eropa dan Belanda khususnya, yang tergabung dalam Kamer van Koophandel en Nijverheid (Kamar Dagang dan Industri / Kadin) Makassar. Kadin inilah yang kemudian mengusulkan pendirian Kantor DJB Agentschap Makassar yang kemudian berdiri pada tanggal 21 Desember 1864. Keputusan DJB untuk membuka kantor cabang ini menunjukkan bahwa Makassar telah diakui sebagai penggerak ekonomi wilayah Timur Nusantara sejak dahulu kala. Buku ini mengingatkan kembali kejayaan Makassar di masa lalu yang diharapkan dapat memberikan pelajaran berharga dalam mengembangkan perekonomian daerah di masa kini dan akan datang.
 
Pandangan dalam kajian ini yaitu mengangkat wacana sejarah ekonomi di Sulawesi Selatan melalui perspektif lembaga bank sentral, dengan melihat gagasan serta peranan mulai dari pendirian DJB di Makassar pada masa kolonial hingga  menjadi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan di era modern.
 
Acara ini dibuka oleh Direktur Bank Indonesia Institute, Dr. Arlyana Abubakar, dan dilanjutkan dengan acara bedah buku dengan narasumber Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Endang Kurnia Saputra; Pengusaha dan Ekonom Senior, Dr. Tanri Abeng, MBA; beserta Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Rasyid Asba yang juga sebagai penulis, moderator pada acara ini adalah Kepala Divisi Perpustakaan dan BI Insitute Public Exposure Bapak Shiddieq Adhityarahman. Turut hadir pula dalam acara ini penulis ahli heritage, Prof. Dr. Yulianto Sumalyo beserta anggota tim penulis yang lain. Acara ini juga dihadiri sejumlah akademisi dan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Budaya, serta pemerhati sejarah dan heritage di Kota Makassar.
 
Bedah Buku Makassar1.jpg 
 
 Bedah Buku Makassar 2.jpg
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel