<strong>Kajian dan Bedah Buku Begawanship "Penguatan Kebijakan Bank Indonesia Berbasis Data:</strong><em><strong> Lesson Learnt </strong></em><strong>dari Krisis Ekonomi"</strong> - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
31 Oktober 2020
​Memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2018, Bank Indonesia Institute (BINS) menyelenggarakan Seminar dan Kajian Buku Begawanship dengan tema “Penguatan Kebijakan Bank Indonesia Berbasis Data: Lesson Learnt dari Krisis Ekonomi. Kegiatan ini terinspirasi dari buku begawanship salah satu begawan Bank Indonesia yaitu  Bapak Hendar yang menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada periode 2013-2016. Tidak hanya dihadiri oleh internal pegawai BI, Seminar dan Kajian Buku Begawanship Bp.Hendar yang berlangsung di ruang Kartini Gedung D Kampus utama BINS ini juga ramai dihadiri peserta eksternal yaitu dari kalangan akademisi, institusi pemerintah, dan juga industri perbankan setempat. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian pembelajaran BINS dalam rangka edukasi publik melalui diseminasi tacit knowledge dan wisdom yang dimiliki oleh para pemimpin terdahulu, termasuk pengalaman pada saat menangani masa-masa kritikal pada saat menjabat.
 
Kegiatan dibuka oleh Kepala Grup Pengembangan Akademi BI Institute yaitu Ibu Arlyana Abubakar. Dalam sambutannya, Ibu Arlyana menyampaikan bahwa topik bedah buku sangat timely dengan permasalahan saat ini, dimana dalam kondisi yang tidak pasti, data historis menjadi sangat penting dalam pengambilan suatu kebijakan. Bapak Hendar yang hadir sebagai narasumber, diceritakan oleh Ibu Arlyana sebagai sosok penting dalam pembenahan data statistik di Bank Indonesia, khususnya terkait dengan neraca pembayaran. Untuk itu, menjadi sangat relevan bahwa peran data dibahas dalam bedah buku kali ini.
 
Selain menghadirkan Bapak Hendar, kajian dan bedah buku juga turut menghadirkan Bp. Insukindro (Guru Besar Fakultas Ekonomi – UGM) yang akan melengkapi sesi paparan dengan pembahasan krisis ekonomi dari perspektif akademisi. Dengan dimoderatori oleh Bp.Noer Azam Achsani dari IPB acara berlangsung hangat dan interaktif. Dalam acara ini Bp.Hendar sebagai pelaku sejarah dalam mengawal perekonomian Indonesia berbagi pengalaman yang telah dilaluinya semasa mengabdi di BI, mulai dari perjalanan karirnya, hingga pengalaman menangani krisis ekonomi tahun 1997/1998 yang sangat membekas dihatinya karena sebelumnya Indonesia mendapat banyak pujian karena pertumbuhan ekonomi yang menakjubkan sehingga dijuluki asian tiger, asian miracle,  tetapi tidak lama setelah itu Indonesia mengalami krisis ekonomi. Dan krisis ekonomi ini kemudia berlangsung berkepanjangan sehingga pemulihannya memerlukan waktu dan biaya dan tidak sedikit.
 
Dengan tacit knowledge yang dimiliki,  Bp.Hendar juga membagikan pengalamannya dalam menginisiasi langkah-langkah terkait pengelolaan kebijakan makroekonomi, termasuk didalamnya pembenahan pada pengelolaan data statistik dan sistem Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Beliau menyampaikan bahwa ketersediaan data yang lengkap, dipercaya, akurat dan tepat waktu (CRAT) menjadi syarat mutlak untuk lahirnya kebijakan yang kuat. Beberapa kebijakan yang tidak berbasis data yang kuat akhirnya bukan hanya tidak effektif dan efisien tetapi bahkan menimbulkan masalah baru, ujarnya. Terakhir beliau mengatakan “selalu ada sisi positif di setiap krisis, asalkan pandai mengambil hikmahnya”, krisis 1997/98 telah mendorong perbaikan data eksternal dan penyempurnaan tata kelola kebijakan moneter, termasuk pentingnya sebuah Bank Indonesia  yang independen. 
 
Melalui kajian dan bedah buku kali ini diharapkan peserta dapat memetik pelajaran dari pengalaman yang disampaikan oleh Bp.Hendar yang diperkuat dengan analisis yang disampaikan oleh Bp. Insukindro. Tentunya setiap pengalaman adalah berharga bagi kita  sehingga dapat bertindak lebih baik dan berhati-hati dalam membuat kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
IMG_0819.jpg

 
 
 
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel