FAQ Sistem Pembayaran - Bank Sentral Republik Indonesia
26 Agustus 2019
Home   >    FAQ   >    Sistem Pembayaran

FAQ Sistem Pembayaran



Kategori
1.  Q:  Apakah spesifikasi uang yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sudah mengakomodir kebutuhan tuna netra?
A:  Dalam rangka membantu dan mengakomodasi kebutuhan para penyandang tuna netra dalam mengenali pecahan uang Rupiah, Bank Indonesia telah meminta masukan dari asosiasi/organisasi tuna netra di Indonesia terkait penerapan kode khusus berupa blind code pada uang kertas Rupiah. Pencantuman blind code tersebut diaplikasikan pada uang kertas Rupiah yang diterbitkan mulai tahun 2004.
2.  Q:  Bagaimana penerapan blind code pada uang kertas Rupiah?
A:  Blind code tersebut akan terasa kasar apabila diraba dan untuk masing-masing pecahan uang kertas Rupiah dibedakan bentuknya, yaitu berikut ini: Blind Code pada Rupiah
3.  Q:  Dimanakah dan apa saja desain tanda pengaman pada uang Rupiah?
A:  Secara umum, tanda pengaman pada uang Rupiah dapat dilihat dari :- Bahan Uang- Teknik Cetak-Design dan Ukuran
4.  Q:  Berapa banyak tanda pengaman terdapat di uang rupiah?
A:  Pada tiap pecahan uang rupiah jumlah tanda pengamannya tidak selalu sama. Semakin besar pecahan, jumlah tanda pengamannya semakin banyak. Secara keseluruhan jenis tanda pengaman di tiap pecahan uang rupiah adalah sama, namun designnya berbeda.
5.  Q:  Mengapa Bank Indonesia membuat design/warna uang menyerupai satu dengan yang lain? Misalnya pecahan Rp.100.000 TE’2004 dengan pecahan Rp.10.000 TE’2005
A:  Memang apabila diilihat sekilas, beberapa warna uang terlihat serupa, namun Bank Indonesia selalu berupaya menyampaikan ke masyarakat bahwa apabila dilihat dengan telilti baik untuk design dan warna uang maka akan terlihat jelas perbedaannya
1 2 3 
Show Left Panel