Bedah Buku "Viral: Gebrakan Kekinian <em>Public Relations </em>di Era Digital" <span><strong>[12 April 2018</strong><span class="ms-rteThemeForeColor-5-0"><font face="Arial">] </font></span></span> - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
September 29, 2020
Bedah Buku “Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital”
by Nita Kartikasari
 
Setelah sukses menggelar acara bedah buku “Business Startup Primbon” dengan Helmi Yahya pada Selasa 10 April 2018 lalu, rangkaian acara perayaan World Book and Copyright Day masih berlanjut di Bank Indonesia. Kali ini Perpustakaan Bank Indonesia menghadirkan Nita Kartikasari sebagai narasumber dalam acara bedah buku “Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital”, yang berlangsung di lounge Perpustakaan Umum Bank Indonesia pada hari Kamis 12 April 2018. Dengan dimoderatori oleh Guruh Suryani Rokhimah dari Bank Indonesia Institute, acara berlangsung meriah. Peserta yang didominasi oleh generasi milenial ini terlihat antusias mengikuti acara karena memang topik yang diangkat sangat menarik dan timely untuk dibahas.
 
Nita Kartikasari sendiri merupakan penulis buku Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital. Buku yang ditulis merupakan sari dari pengalamannya setelah sepuluh tahun berkarier di dunia Public Relations, baik di dalam dan luar negeri. Di awal acara ia mengungkapkan bahwa paradigma lama Public Relations harus dirubah mengikuti perkembangan zaman, karena saat ini kita memasuki era digital dimana people power via media sosial memiliki kekuatan yang luar biasa. Jika dahulu pengaruh hanya bisa disebarkan hanya melalui TV atau media cetak lainnya, saat ini sudah lebih mudah dan murah.  Bahkan jurnalis pun menjadikan trend di media sosial sebagai referensi dalam menjadi mencari topik berita yang hangat, menarik dan terkini.
 
Dalam acara bedah buku ini Nita Kartikasari menjelaskan mengenai platform media sosial seperti facebook, twitter, youtube, dan instagram berserta dengan fungsinya. Setiap platform ternyata memiliki fungsi yang berbeda, sebagai contoh twitter sangat cocok digunakan sebagai wadah untuk diskusi pendek dan melakukan survey sederhana/polling, berbeda dengan instagram yang fungsinya sebagai lebih sebagai album foto. Dengan mengetahui fungsi dari masing-masing platform sosial media, kita dapat lebih mengoptimalkan fungsi media sosial sebagai pendukung kegiatan dan bahkan bisnis. Dan salah satu hal yang paling utama pada saat media sosial adalah memastikan paham dengan aturan yang ditetapkan oleh masing-masing plaform. Biasakan mempelajari ketentuan saat mendaftar. 
 
Nita juga mengingatkan bahwa media sosial bisa menjadi hal positif maupun negatif, bergantung dari masing-masing penggunanya. Dia kemudian berbagi tips dalam berperilaku di media sosial, bagaimana mengoptimalkan media sosial untuk membangun branding personal dan organisasi, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam beraktivitas di sosial media termasuk pelanggaran hak cipta, dan masih banyak tips lainnya. Ia juga berpesan agar selalu berhati-hati dalam bertindak di sosial media. Berfikir sebelum mengunggah status, komentar maupun foto. Selain karena ada UU ITE  yang tidak boleh dilanggar, ke depan, banyak lembaga yang akan beralih memanfaakan rekam jejak individu di media sosial dibandingkan CV dalam melihat profil seseorang. Bedah buku Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan peserta dalam hal beraktivitas dan mengoptimalkan media sosial dengan cara yang positif.
 
Galeri Foto
 
3.JPG 
6.JPG 
 
4.JPG 
10.JPG 
11.JPG 
7.JPG 
9.JPG 
Tags:  

Survey

Is this article give you useful information?
Rate this article:
Comment:
Show Left Panel