Open Lecture ke 15 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
October 27, 2020
Pada tanggal 1 sampai dengan 3 Agustus 2018 Prof.Naoyuki Yoshino – Dean of the Asian Development Bank Institute (ADBI) melakukan rangkaian kunjungan ke Indonesia. Tak mau kehilangan kesempatan yang berharga ini, Bank Indonesia Institute (BI Institute) secara langsung mengundang Prof.Naoyuki Yoshino sebagai narasumber dalam kegiatan Open Lecture Series yang ke-15 dengan tema Unconventional Monetary Policy. Kegiatan tersebut dilangsungkan pada tanggal 3 Agustus 2018, di ruang Kartini gedung D, kampus utama BI Institute.
 
Sesuai dengan keahliannya, pada sesi paparan Prof.Naoki Yoshino menjelaskan tentang suku bunga negatif dan aging population yang terjadi di Jepang. Jepang harus menerapkan suku bunga negatif, yang merupakan salah satu bentuk unconventional monetary policy,untuk mengatasi lesunya ekonomi yang salah satunya tercermin dari rendahnya permintaan pinjaman di bank. Masalah lain yang dihadapi oleh Jepang adalah mengenai aging population, dimana kondisi penduduk yang berusia lanjut meningkat, yang berarti juga meningkatnya beban atas jaminan sosial yang harus dibayar negara. Sedangkan di sisi lain, jumlah warga usia produktif yang membayar pajak lebih sedikit. Dalam forum ini, Prof.Naoki Yoshino juga memaparkan langkah apa saja yang telah ditempuh oleh Jepang untuk menghadapi masalah-masalah tersebut.
 
Dengan topik yang sangat menarik, Open Lecture Series BI Institute yang ke-15 ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang berasal dan internal dan eksternal Bank Indonesia diantaranya staf DPR RI, akademisi dari perguruan tinggi, serta institusi terkait seperti Kementerian Keuangan dan lembaga lainnya. Harapannya open lecture series ke 15 ini dapat bermanfaat bagi Bank Indonesia dan juga stakeholders dalam menganalisa perkembangan perekonomian terkini dalam perumusan kebijakan maupun studi terkait.
OLS 15.jpg 
 
 
Tags:  

Survey

Is this article give you useful information?
Rate this article:
Comment:
Show Left Panel