No.8/ 23 /PSHM/Humas
Rapat Dewan Gubernur (RDG) 9 Mei 2006, memutuskan untuk menurunkan BI Rate menjadi 12,50% atau turun 25 basis poin (bps) dari tingkat sebelumnya. Kebijakan yang tetap mencerminkan stance kebijakan moneter yang cenderung ketat (tight bias monetary policy) tersebut, ditetapkan setelah melakukan asesmen terhadap perekonomian terkini dan prospek ke depan yang menunjukkan masih berlanjutnya kestabilan makroekonomi pada April 2006 sebagaimana tercermin pada perkembangan nilai tukar, inflasi dan kondisi moneter. Dewan Gubernur menilai bahwa stabilitas ekonomi semakin mantap sehingga inflasi jangka menengah panjang diperkirakan akan sesuai target.
Nilai tukar rupiah tetap dalam tren menguat dan cenderung berada di bawah prakiraan pada awal tahun sejalan dengan masih besarnya aliran modal masuk jangka pendek. Dari sisi moneter, pelaksanaan kebijakan moneter secara lebih optimal sejauh ini mampu menjaga kondisi moneter di tengah masih besarnya aliran masuk modal asing. Inflasi pada April 2006 tercatat 0,05% (mtm) atau 15,1% (yoy) dan secara kumulatif sampai dengan April 2006 tercatat 2,03% (ytd). Dengan perkembangan positif tersebut dan adanya kecenderungan penurunan ekspektasi inflasi masyarakat yang berlanjut maka inflasi IHK 2006 diperkirakan dapat berada di kisaran bawah proyeksi 8 ± 1%.
Namun demikian, Bank Indonesia akan senantiasa mencermati berbagai faktor risiko baik internal maupun eksternal sebagai langkah antisipasi terhadap kelangsungan stabilitas makroekonomi. Dari sisi internal, faktor risiko antara lain dorongan stimulus fiskal dan kemungkinan terganggunya distribusi barang terkait dengan kondisi infrastruktur di beberapa daerah. Dari sisi eksternal, perkembangan harga minyak dunia serta arah kebijakan moneter global yang cenderung ketat perlu terus dicermati.
Jakarta, 9 Mei 2006
DIREKTORAT PERENCANAAN STRATEGIS
dan HUBUNGAN MASYARAKAT
Budi Mulya
Direktur