KONTAK BI | FAQ | KAMUS | LINKS | PETA SITUS | ENGLISH
 
Home > Ruang Media > Siaran Pers
Siaran Pers
Judul Pekan Kegiatan Keuangan Inklusif dan Pencanangan Hari Menabung Nasional
Sumber Data Grup Hubungan Masyarakat Tanggal27-06-2012 Hits1628
Contact Grup Humas, Telp.: (62-21) 381-7317; Fax.: (62-21) 350-1867; E-mail: humasbi@bi.go.id
Lampiran
No. 14/ 21 /PSHM/Humas

Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono, membuka secara resmi Pekan Kegiatan Keuangan Inklusif (Financial Inclusion) dan mencanangkan setiap hari RABU pada awal bulan sebagai hari RAjin menaBUng, pada Rabu, 27 Juni 2012, di Jakarta. Pencanangan dilakukan untuk meningkatkan budaya menabung di masyarakat serta sebagai kelanjutan dari Gerakan Indonesia Menabung yang sebelumnya telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia pada Februari 2010. Rabu yang merupakan kependekan dari Rajin Menabung diharapkan dapat mengingatkan masyarakat untuk menabung sedikitnya satu kali dalam satu bulan yaitu pada hari Rabu di awal bulan. Setiap Rabu, perbankan nasional akan melakukan aktivitas untuk mengingatkan masyarakat agar menabung.

Pekan Kegiatan Keuangan Inklusif merupakan kegiatan yang dilaksanakan Bank Indonesia bekerja sama dengan kementerian terkait serta Perbanas dan akan berlangsung mulai 27 Juni – 1 Juli 2012 di Jakarta Convention Center (JCC). Kegiatan ini merupakan salah satu sarana untuk memperluas akses layanan keuangan secara merata bagi seluruh lapisan masyarakat dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, dan ketidakmerataan pendapatan di Indonesia.

Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Pekan Kegiatan Keuangan Inklusif mencakup penyelenggaraan The 1st ASEAN Conference on Financial Inclusion pada 27- 28 Juni 2012 sebagai sarana berbagi pengalaman dan tukar-menukar informasi diantara negara ASEAN dengan narasumber para ahli financial inclusion di kawasan ASEAN maupun negara sahabat lainnya. Kegiatan lainnya adalah penyelenggaraan Indonesia Banking Expo (IBEX) pada tanggal 27 Juni – 1 Juli 2012 di tempat yang sama dengan tema “Peran Perbankan dalam Pemberdayaan Industri Kreatif dan Keuangan Inklusif”. Dalam IBEX akan dilaksanakan takshow maupun workshop yang dapat diikuti oleh para pengunjung untuk meningkatkan pemahaman mengenai keuangan inklusif.

Dalam Pekan Kegiatan Keuangan Inklusif juga telah diberikan penghargaan kepada para Juara Olimpiade Perbankan 2012 antar Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Se-Indonesia. Sebagai pemenang dari olimpiade Perbankan 2012 untuk kategori Sekolah Dasar adalah:

  • Juara I : SD Ketabang 01 (Surabaya)
  • Juara II : SDN-SN Pasar Lama (Banjarmasin)
  • Juara III: SD Nasima (semarang)
Sedangkan para pemenang untuk katagori SMP adalah :
  • Juara I: SMP Pertiwi (Medan)
  • Juara II: SMPN 3 Makassar
  • Juara III : SMPN 01 (Surabaya)

Penyelenggaraan Olimpiade Perbankan dimaksudkan sebagai sarana untuk meningkatkan minat siswa siswi terhadap pengetahuan perbankan dan keuangan. Hal ini sejalan dengan upaya yang telah dirintis oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk mengintegrasikan pendidikan keuangan pada kurikulum sekolah. Integrasi pendidikan keuangan telah dilakukan di Semarang, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar dan Banjarmasin yang melibatkan 72 sekolah sebagai pilot project.

Sebagai penutup Pekan Kegiatan Keuangan Inklusif, Bank Indonesia akan kembali mensosialisasikan program perlindungan nasabah bank melalui penyelenggaraan Funbike Perlindungan Konsumen pada 1 Juli 2012. Peserta Funbike diharapkan dapat memanfaatkan kampanye Perlindungan Konsumen ini untuk memperoleh informasi mengenai mekanisme pengaduan permasalahan yang dialami ketika berhubungan dengan bank dan bagaimana mediasi perbankan bekerja ketika pengaduan yang diajukan kepada bank tidak terselesaikan.

Mengingat keberhasilan program keuangan inklusif juga akan ditentukan oleh adanya koordinasi yang baik dengan instansi terkait, pada kesempatan pembukaan Pekan Kegiatan Keuangan Inklusif juga telah ditandatangani 3 (tiga) buah Nota Kesepahaman (MoU), yaitu antara:

  1. Bank Indonesia dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dalam rangka pelaksanaan edukasi perbankan dan keuangan kepada peserta didik di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah umum serta universitas;
  2. Bank Indonesia dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, dalam rangka peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM bidang kelautan; dan
  3. Bank Indonesia dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat memperoleh dokumen pertanahan dalam rangka perluasan dan pemerataan akses pembiayaan perbankan.

Keuangan Inklusif merupakan program yang bersifat jangka panjang yang dalam pelaksanaannya akan memerlukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak lain. Bank Indonesia akan terus berupaya dan berkomitmen untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program keuangan inklusif secara berkelanjutan.

Sehubungan dengan pelaksanaan Keuangan Inklusif, Bank Indonesia akan menerbitkan kebijakan yang terkait dengan

  • Branchless banking, yang merupakan kebijakan untuk memperluas jangkauan bank dalam memberikan jasa keuangan.
  • Financial Education, yang merupakan kebijakan untuk meningkatkan financial literacy sehingga masyarakat dapat memanfaatkan produk dan jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya
  • Start Up Kredit, yang merupakan upaya untuk mencipatakan produk dan jasa perbankan yang sesuai dengan kebutuhan pengusaha pemula.
  • Financial Identity Number (FIN), yang merupakan penyusunan nomer induk keuangan yang mencakup masyarakat yg sama sekali belum pernah berhubungan dengan bank (Strictly unbanked people), masyarakat yang pernah terhubung dengan bank (Partially unbanked) maupun masyarakat yang sudah terhubung dengan bank (Fully banked).

Jakarta, 27 Juni 2012
Kepala Grup Hubungan Masyarakat

Difi A. Johansyah
Direktur


Apakah Artikel ini memberikan informasi
berguna bagi anda?
Nilai halaman ini:  Jelek Bagus
Komentar: