KONTAK BI | FAQ | KAMUS | LINKS | PETA SITUS | ENGLISH
 
Home > Ruang Media > Siaran Pers
Siaran Pers
Judul Surplus Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2009 Meningkat
Sumber Data Biro Hubungan Masyarakat Tanggal17-11-2009 Hits908
Contact Biro Humas, Telp : (62-21) 381-7187 Fax : (62-21) 350-1867, E-mail : humasbi@bi.go.id
Lampiran NPI Triwulan III/2009 (76 Kbytes)

No. 11/33/PSHM/Humas

Neraca Pembayaran Indonesia pada triwulan III 2009 secara keseluruhan mencatat surplus US$3,5 miliar, meningkat dibandingkan surplus US$1,1 miliar pada triwulan II 2009. Baik transaksi berjalan maupun transaksi modal dan finansial memberikan kontribusi positif terhadap surplus neraca pembayaran tersebut. Sejalan dengan itu, jumlah cadangan devisa pada akhir triwulan III 2009 meningkat menjadi US$62,3 miliar atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Transaksi berjalan pada triwulan III 2009 mencatat surplus US$1,7 miliar, menurun dibandingkan surplus US$2,9 miliar pada triwulan II 2009. Penurunan surplus ini terutama disebabkan oleh menurunnya kinerja neraca perdagangan nonmigas dan neraca perdagangan minyak. Ekspor nonmigas melanjutkan tren kenaikan yang terjadi sejak triwulan sebelumnya, ditopang oleh masih kuatnya permintaan di beberapa negara kawasan Asia dan berlanjutnya kenaikan harga beberapa produk ekspor utama di pasar internasional, khususnya komoditas primer. Namun, akselerasi kegiatan ekonomi domestik mendorong impor nonmigas tumbuh lebih cepat (16,3%, q.t.q) daripada ekspor nonmigas (9,5%, q.t.q) sehingga surplus neraca perdagangan nonmigas berkurang dibandingkan triwulan sebelumnya. Akselerasi kegiatan ekonomi domestik, disertai faktor musiman Lebaran, juga menyebabkan kenaikan konsumsi BBM dan impor minyak sehingga menimbulkan defisit pada neraca perdagangan minyak. Sekalipun demikian, kinerja transaksi berjalan terbantu oleh kenaikan surplus neraca perdagangan gas seiring telah berproduksinya lapangan gas Tangguh dan meningkatnya harga minyak dunia.

Penurunan surplus transaksi berjalan tersebut dapat diimbangi oleh perbaikan kinerja transaksi modal dan finansial. Pada triwulan III 2009 transaksi modal dan finansial mencatat surplus US$3,0 miliar, setelah pada periode sebelumnya mengalami defisit US$2,2 miliar. Surplus ini bersumber dari perbaikan kinerja investasi portofolio dan investasi lainnya. Kondisi makroekonomi di dalam negeri yang semakin membaik, didukung oleh suku bunga instrumen rupiah yang relatif menarik, memicu kenaikan arus masuk investasi portofolio. Pada kelompok investasi lainnya, prospek ekonomi yang membaik, kondisi likuiditas global yang melonggar, serta suku bunga luar negeri yang relatif rendah, mendorong kenaikan penarikan utang luar negeri swasta. Kinerja investasi lainnya juga terbantu oleh adanya tambahan alokasi Special Drawing Rights (SDR). Tambahan alokasi SDR tersebut ditujukan untuk memperkuat cadangan devisa negara-negara anggota International Monetary Fund (IMF), termasuk Indonesia, sebagai bagian dari upaya penanganan krisis ekonomi global.

Statistik NPI triwulan III 2009 dapat dilihat pada tabel terlampir sedangkan laporan lengkapnya dapat diakses melalui website Bank Indonesia (www.bi.go.id) pada tanggal 20 November 2009.

Jakarta, 17 November 2009
Direktorat Perencanaan Strategis
dan Hubungan Masyarakat

Dyah N.K. Makhijani
Direktur


Apakah Artikel ini memberikan informasi
berguna bagi anda?
Nilai halaman ini:  Jelek Bagus
Komentar: