KONTAK BI | FAQ | KAMUS | LINKS | PETA SITUS | ENGLISH
 
Home > Ruang Media > Siaran Pers
Siaran Pers
Judul Bank Indonesia mempertahankan BI Rate pada level 6,5%
Sumber Data Biro Hubungan Masyarakat Tanggal4-11-2009 Hits3363
Contact Biro Humas, Telp : (62-21) 381-7187 Fax : (62-21) 350-1867, E-mail : humasbi@bi.go.id
Lampiran

No. 11 / 32 / PSHM / Humas

Bank Indonesia pada hari ini memutuskan untuk kembali mempertahankan BI Rate pada level 6,5%. Tingkat BI Rate sebesar 6,5% tersebut masih konsisten dengan sasaran inflasi tahun 2010 sebesar 5% ±1%. Arah kebijakan moneter saat ini juga dipandang masih kondusif bagi proses pemulihan perekonomian dan berlangsungnya intermediasi perbankan.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memandang bahwa perekonomian Indonesia sampai dengan bulan Oktober 2009 masih terus menunjukkan kinerja yang membaik. Di sisi eksternal, kinerja ekspor Indonesia diperkirakan membaik didorong oleh menguatnya pemulihan pertumbuhan ekonomi global dan naiknya harga-harga komoditas dunia. Di sisi domestik, kinerja konsumsi swasta tetap menguat sejalan dengan rendahnya inflasi dan terjaganya keyakinan konsumen terhadap prospek perekonomian ke depan. Dengan perkembangan ini, perekonomian Indonesia dalam triwulan IV-2009 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya.

Di sisi harga, inflasi pada Oktober 2009 mencatat penurunan dan lebih rendah dibanding dengan pola historisnya. Hal ini didukung oleh menguatnya nilai tukar rupiah, dan menurunnya ekspektasi masyarakat akan inflasi ke depan seperti tercermin dari terus menurunnya inflasi inti. Dengan perkembangan tersebut, inflasi selama tahun 2009 diperkirakan berada dalam kisaran bawah target inflasi 4,5±1% (yoy). Inflasi 2010 diperkirakan akan kembali ke pola normalnya dalam kisaran 5±1% seiring dengan kembali menguatnya aktifitas perekonomian domestik dan harga-harga komoditas. Sejalan dengan kuatnya komitmen Bank Indonesia dan Pemerintah, inflasi diperkirakan akan terus menurun dalam jangka menengah ke tingkat yang setara dengan negara-negara tetangga.

Industri perbankan secara keseluruhan tetap stabil dengan CAR yang masih tinggi dan NPL yang terjaga dibawah 5%. Respons perbankan terhadap pelonggaran kebijakan moneter semakin baik, dengan suku bunga deposito dan kredit terus mengalami penyesuaian secara bertahap. Likuiditas perbankan juga secara agregat masih sangat memadai, dengan segmentasi di pasar uang terus berkurang. Sejalan dengan itu, kredit perbankan terutama Rupiah masih meningkat dan banyak diserap sektor-sektor perdagangan, pengangkutan, pertanian dan listrik. Selain itu, kredit perbankan yang ditujukan untuk kredit mikro dan kecil terus tumbuh cukup cepat sehingga berpotensi menyerap tenaga kerja dan mendukung pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya. Ke depan, dengan komitmen perbankan untuk terus melakukan penyesuaian suku bunga deposito dan kredit, disertai dengan prospek perekonomian yang membaik, penyaluran kredit perbankan diperkirakan terus meningkat. Bank Indonesia akan terus memantau dan mengupayakan agar efisiensi perbankan terus dapat ditingkatkan sehingga fungsi intermediasi perbankan dapat terus ditingkatkan.

Laporan lengkap mengenai pembahasan Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2009 yang memuat perkembangan makroekonomi dan kebijakan moneter dapat dilihat dalam Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) di web site Bank Indonesia.

Jakarta, 4 November 2009
Bank Indonesia

Direktorat Perencanaan Strategis
dan Hubungan Masyarakat

Dyah N.K. Makhijani
Direktur


Apakah Artikel ini memberikan informasi
berguna bagi anda?
Nilai halaman ini:  Jelek Bagus
Komentar: