No. /11/22/PSHM/Humas
Bank Indonesia pada hari ini memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,50 %. Keputusan untuk menurunkan BI rate ini diambil setelah Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia menyimpulkan bahwa tren penurunan inflasi masih berlanjut seiring dengan masih terbatasnya permintaan domestik dan terus menurunnya ekspektasi inflasi. Dewan Gubernur juga berpandangan bahwa penurunan BI rate ini masih konsisten dengan sasaran inflasi Bank Indonesia ke depan. Namun demikian, Bank Indonesia mencermati munculnya tekanan inflasi di tahun 2010 yang bersumber dari meningkatnya permintaan domestik dan kenaikan harga-harga komoditas di pasar internasional. Dalam konteks ini, ke depan kebijakan moneter akan diarahkan untuk lebih antisipatif terhadap potensi kenaikan inflasi tersebut agar sasaran inflasi sekitar 5% di tahun 2010 dapat dicapai.
Dewan Gubernur melihat bahwa perekonomian Indonesia berpotensi untuk terus membaik. Mulai menggeliatnya perekonomian global, terutama di negara emerging Asia telah mendorong peningkatan kinerja perekonomian negara kawasan, termasuk Indonesia. Beberapa indikator terkini menunjukkan bahwa laju ekspansi ekonomi Indonesia pada triwulan III-2009 berpotensi tumbuh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, terutama didukung oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga dan ekspor yang lebih baik. Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan tahun 2009, pertumbuhan ekonomi diperkirakan cenderung mencapai batas atas kisaran proyeksi 3,5-4,0%.
Di sektor keuangan, respons suku bunga perbankan terhadap penurunan BI Rate mulai membaik. Penyaluran kredit perbankan juga mulai menunjukkan perbaikan walaupun masih tumbuh sangat lambat. Masih terbatasnya penyaluran kredit terutama bersumber dari masih rendahnya permintaan kredit terkait dengan masih rendahnya kegiatan investasi. Di sisi mikro, industri perbankan dalam kondisi stabil seperti yang tercermin dari masih tingginya tingkat kecukupan modal CAR dan terjaganya NPL dibawah 5%. Dengan fundamental industri perbankan yang kuat, penyaluran kredit diharapkan terus meningkat seiring dengan semakin kondusifnya sektor riil ke depan. Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah dan Perbankan akan terus berkoordinasi untuk mengambil langkah-langkah dalam rangka mengoptimalkan intermediasi perbankan pada Semester II 2009 ini.
Laporan lengkap mengenai pembahasan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Agustus 2009 yang memuat perkembangan makroekonomi dan moneter dapat dilihat dalam Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM).
Jakarta, 5 Agustus 2009
Bank Indonesia
Direktorat Perencanaan Strategis dan
Hubungan Masyarakat
Dyah N.K. Makhijani
Direktur