No. 12/1/PSHM/Humas
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada awal 2010 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada level 6,5%. Keputusan diambil setelah mempertimbangkan bahwa BI Rate pada tingkat tersebut dipandang masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi tahun 2010 sebesar 5%±1%. Dewan Gubernur melihat bahwa balance of risk tekanan inflasi belum akan muncul setidaknya pada semester I-2010. BI rate tersebut juga dipandang masih kondusif bagi upaya untuk memperkuat proses pemulihan perekonomian, menjaga stabilitas keuangan, dan mendorong intermediasi perbankan.
Dewan Gubernur meyakini bahwa perbaikan kondisi perekonomian domestik terus berlanjut. Perekonomian domestik pada 2009 diprakirakan tumbuh cukup tinggi mencapai 4,3% walaupun dampak gejolak ekonomi global belum sepenuhnya usai. Selain ditopang oleh permintaan domestik yang masih meningkat, pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh optimisme dan ekspektasi percepatan pemulihan ekonomi global yang semakin kuat terutama sejak pertengahan tahun yang lalu, serta respons kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif. Reformasi sektor keuangan yang dilakukan selama beberapa tahun sebelumnya juga memberikan kontribusi pada peningkatan daya tahan perbankan terhadap gejolak eksternal. Ke depan, prospek perekonomian Indonesia diperkirakan semakin membaik terutama apabila dibarengi dengan perbaikan mikro struktural dalam perekonomian.
Daya tahan perekonomian domestik masih cukup kuat dibarengi penurunan tekanan inflasi. Inflasi 2009 tercatat sebesar 2,78%, di bawah sasaran inflasi Bank Indonesia sebesar 4,5%±1%. Rendahnya inflasi di tahun 2009 sejalan dengan moderatnya pertumbuhan ekonomi, menguatnya nilai tukar Rupiah, menurunnya harga-harga komoditas dunia, dan penurunan harga BBM dalam negeri. Perkembangan positif pada laju inflasi dan nilai tukar rupiah sejauh ini mampu menjaga ekspektasi pelaku ekonomi tentang stabilitas ekonomi makro, sekaligus menurunkan risiko dan memberikan kepastian bagi pelaku ekonomi baik di sektor riil maupun di sektor keuangan. Ke depan, seiring dengan pemulihan ekonomi, laju inflasi 2010 sedikit meningkat namun masih pada kisaran sebesar 5%±1%.
Cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2009 sebesar USD 66,1 milyar atau setara dengan 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Kinerja ekspor lebih baik akibat kenaikan harga komoditas dan pemulihan ekonomi global, sementara impor turun lebih besar dari perkiraan. Cadangan devisa akhir 2010 diprakirakan sebesar USD 76,0 milyar atau setara dengan 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.
Di sektor keuangan, stabilitas sistem perbankan tetap terjaga. Pertumbuhan kredit yang pada tahun 2009 lebih rendah dari yang diharapkan, pada 2010 diperkirakan kembali terakselerasi sebesar 17-20% sejalan dengan meningkatnya keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek perekonomian. Berdasarkan data sementara per Desember 2009, jumlah kredit perbankan yang disalurkan tercatat sekitar Rp138 triliun atau tumbuh sekitar 10,6% (year-on-year). Di sisi mikro, industri perbankan menunjukkan perkembangan yang stabil sebagaimana tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) sebesar 17% per November 2009 dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross di bawah 5%.
Ke depan, kebijakan moneter akan diarahkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi yang tercermin pada pencapaian laju inflasi yang rendah, dengan tetap memperhatikan upaya percepatan pemulihan ekonomi. Dalam kaitan tersebut, Bank Indonesia akan menempuh serangkaian kebijakan untuk meningkatkan efektifitas transmisi kebijakan moneter, menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, dan memitigasi permasalahan struktural inflasi bersama dengan pemerintah. Di sektor keuangan, Bank Indonesia juga akan menempuh kebijakan untuk mendorong pendalaman pasar keuangan serta penguatan industri perbankan. Kebijakan yang lebih lengkap dan detil akan disampaikan pada pertemuan tahunan perbankan (Bankers’ Dinner) pada tanggal 15 Januari 2010.
Laporan lengkap mengenai pembahasan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2010 yang memuat perkembangan makroekonomi dan kebijakan moneter dapat dilihat dalam Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) di website Bank Indonesia.
Jakarta, 6 Januari 2010
Direktorat Perencanaan Strategis
dan Hubungan Masyarakat
Difi A. Johansyah
Kepala Biro