KONTAK BI | FAQ | KAMUS | LINKS | PETA SITUS | ENGLISH
 
Home > Ruang Media > Berita
Berita
Judul Pertemuan G-20 Tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, St Andrews. Scotland, 5-7 November 2009
Sumber Data Biro Hubungan Masyarakat Tanggal11-11-2009 Hits817
Contact Biro Humas, Telp : (62-21) 381-7187 Fax : (62-21) 350-1867, E-mail : humasbi@bi.go.id
Lampiran

Menutup rangkaian pertemuan G-20 di tahun 2009, pada tanggal 5-7 November 2009 telah diselenggarakan rangkaian pertemuan G-20 tingkat Deputi dan dilanjutkan dengan pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di Scotland, UK. Dari Indonesia, hadir Menteri Keuangan RI dan Pjs. Gubernur Bank Indonesia serta Deputi Gubernur BI dan Kepala BKF Depkeu.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan tingkat pemimpin negara yang diselenggarakan di Pittsburgh, AS (24-25 September 2009). Salah satu kesepakatan penting yang dicapai pada Pittsburgh Summit tersebut adalah menetapkan G-20 menggantikan forum G-8 dalam membahas dan menyelesaikan berbagai permasalahan ekonomi global dan oleh karenanya untuk selanjutnya menetapkan peningkatan status pertemuan G-20 sebagai forum tingkat pemimpin negara. Dengan peningkatan status tersebut, G-20 akan menyelenggarakan pertemuan tingkat pemimpin secara rutin satu kali dalam satu tahun, dimulai pada pertemuan di Perancis tahun 2011. Sementara, untuk tahun 2010 akan diselenggarkan dua kali pertemuan tingkat pemimpin G-20, yakni di Kanada (Juni 2010) dan di Korea Selatan (November 2010).

Pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G-20 di St Andrews, Scotland, menghasilkan kesepakatan-kesepakatan penting dalam upaya pemulihan pertumbuhan ekonomi, penguatan sektor keuangan dan reformasi kelembagaan IFIs. Sebagai tindak lanjut kesepakatan bersama di Pittsburgh, pertemuan tersebut membahas lebih lanjut mengenai kerangka kerjasama antar negara anggota G-20 untuk pencapaian pertumbuhan ekonomi bersama yang kuat, berkesinambungan dan berimbang (strong, sustainable and balanced). Dalam kerangka kerjasama tersebut, negara-negara anggota sepakat akan bertindak masing-masing dan secara kolektif sebagai pemeran utama.

Pertemuan St Andrews menyadari bahwa dalam mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi bersama, proses transisi dari masa penanggulangan krisis ke arah pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan dan berimbang tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi G-20. Khususnya, apakah proses transisi tersebut konsisten dengan tujuan untuk menjaga kesinambungan fiskal, stabilitas harga, sistem keuangan yang efisien dan resilient, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan serta pertumbuhan perekonomian yang berwawasan lingkungan.

Untuk itu, dalam menjaga agar arah pencapaian tetap selaras dengan tujuan bersama yang telah disepakati, negara anggota G-20 akan memanfaatkan dukungan dari lembaga-lembaga keuangan internasional, tidak hanya International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB), namun juga lembaga/ fora internasional lainnya seperti Financial Stability Board (FSB), International Labor Organization (ILO) dan World Trade Organization (WTO). Untuk itu, disepakati perlunya melanjutkan reformasi pada lembaga-lembaga tersebut, baik pada aspek sumber daya, fasilitas, surveillance, maupun governance-nya.

Khusus untuk penguatan sistem keuangan sebagai salah satu subyek utama, disepakati akan berlanjut dan dilakukan bersama-sama terutama dengan dukungan FSB, guna menjaga momentum program-program reformasi dan menjamin implementasi secara penuh, tepat waktu, konsisten serta menciptakan level playing field di sektor keuangan global. Selain itu, dalam mencapai pertumbuhan perekonomian yang berkesinambungan, pertemuan St Andrew sepakat untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup (climate change) dengan mencapai hasil nyata pada pertemuan UNFCCC di Copenhagen di akhir tahun 2009 ini.


Apakah Artikel ini memberikan informasi
berguna bagi anda?
Nilai halaman ini:  Jelek Bagus
Komentar: