I. Pendahuluan
Sebagaimana siklus tahunan, saat hari raya Natal dan Tahun Baru umumnya terjadi peningkatan kebutuhan uang tunai oleh masyarakat.
II. Kebutuhan dan Persediaan Uang Menjelang Natal dan Tahun Baru
1. Proyeksi Kebutuhan Uang
Kebutuhan uang (outflow) periode Desember 2011, termasuk untuk kebutuhan menjelang Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 diproyeksikan sebesar Rp48,4 triliun atau meningkat sebesar Rp6,0 triliun (14,1%) dibandingkan dengan realisasi kebutuhan uang bulan Desember 2010 sebesar Rp42,4 triliun.
2. Persediaan Uang Tunai
a. Persediaan uang di BI secara nasional pada akhir November 2011 sebesar Rp144,9 triliun triliun terdiri dari UPB sebesar Rp118,7 triliun dan UPK sebesar Rp26,2 triliun.
b. Persediaan uang tersebut sangat mencukupi untuk memenuhi proyeksi kebutuhan uang menjelang Natal 2011 dan Tahun Baru 2012, baik dari sisi jumlah total maupun jumlah per pecahan.
c. Persediaan uang di BI secara nasional pasca Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 diperkirakan sebesar Rp112,8 triliun atau masih mencukupi untuk memenuhi ±3,9 bulan rata-rata outflow bulanan tahun 2012 sebesar Rp28,3 triliun.
III. Penanggulangan Uang Palsu
1. Data Temuan Uang Palsu
a. Secara kuantitas, jumlah temuan uang palsu pada tahun 2011 (periode bulan Januari-Oktober 2011) sebanyak 9 bilyet per 1 juta lembar uang Rupiah yang beredar. Sebagai informasi, jumlah temuan uang palsu pada tahun 2010 rata-rata sebanyak 20 bilyet per 1 juta lembar uang Rupiah yang beredar.
b. Jumlah uang yang paling banyak dipalsukan pada tahun 2011 (periode bulan Januari-Oktober 2011) adalah uang kertas pecahan Rp100.000 dan Rp50.000, dengan wilayah temuan uang palsu terbesar yaitu Jawa Timur, Jabodetabek dan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Lampung.
2. Upaya Penanggulangan Uang Palsu
a. Meningkatkan sosialisasi “Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah” dan “Cara Memperlakukan Uang Rupiah dengan Baik” antara lain melalui kegiatan sosialisasi langsung kepada masyarakat di daerah tertentu (a.l. pasar, perbankan, terminal/stasiun, dan pusat keramaian lainnya), Training of Trainers (TOT) dengan intansi terkait (a.l. Pertamina, Perum Pegadaian, Trans-Jakarta), serta melalui pentas budaya seperti wayangan (wayang kulit, wayang golek, cengblong).
b. BI terus melakukan kerjasama yang lebih intensif baik dengan POLRI, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (BOTASUPAL) serta aparat penegak hukum lainnya.
IV. Himbauan
§ Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan uang menjelang Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 karena persediaan BI lebih dari mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dimaksud.
§ Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dengan uang. Untuk menghindari peredaran uang palsu, masyarakat diminta untuk selalu cermat dan teliti terhadap ciri keaslian uang Rupiah (Ingat 3D – Dilihat, Diraba, Diterawang).
§ Bank diminta untuk tetap menjaga ketersediaan uang tunai di seluruh ATM khususnya menjelang Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 serta memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat yang memerlukan jasa pembayaran tunai maupun non tunai.
Bank Indonesia mengucapkan selamat hari raya Natal 2011 dan selamat Tahun Baru 2012.