KONTAK BI | FAQ | KAMUS | LINKS | PETA SITUS | ENGLISH
 
Home > Ruang Media > Berita
Berita
Judul Bank Indonesia Memberikan Bantuan Alat Ajar dan Ekstrakurikuler untuk Edukasi Keuangan dan Perbankan
Sumber Data Biro Hubungan Masyarakat Tanggal30-12-2011 Hits1829
Contact Biro Humas, Telp : (62-21) 381-7187 Fax : (62-21) 350-1867, E-mail : humasbi@bi.go.id
Lampiran

Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan alat bantu ajar dan media ekstrakurikuler dalam rangka mendukung pelaksanaan integrasi edukasi keuangan kedalam kurikulum mata pelajaran IPS untuk SD dan SMP. Bank Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan didukung oleh Universitas Pendidikan Indonesia – Bandung telah melakukan integrasi kurikulum yang sudah diterapkan untuk 6 (enam) daerah pilot project yaitu di Makasar, Banjarmasin, Medan, Bandung, Semarang dan Surabaya. “Bank Indonesia berharap dengan tersedianya alat bantu ajar dan media ekstrakurikuler maka pengenalan mengenai edukasi keuangan dan perbankan dapat diterima anak didik dengan rasa senang dan menumbuhkan kreativitas ke depan,” demikian harapan Darmin Nasution ketika berdialog dari 250 orang guru, kepala sekolah dan dinas pendidikan daerah dari keenam daerah tersebut.

Oleh karena itu ketika melakukan desain alat bantu ajar yang berupa penjelasan mengenai uang, bilyet, formulir bank, buku saku dan lembar kerja siswa, Bank Indonesia bekerjasama dengan Rumah Cerdas Kak Seto dan Kelompok Kerja Edukasi Masyarakat Bidang Perbankan. Dalam kesempatan ini Bank Indonesia juga menyelenggarakan pelatihan kepada guru untuk materi edukasi perbankan, perencanaan keuangan dan keterampilan mengajar pada tanggal 28-29 Desember 2011.

Pelaksanaan edukasi di bidang perbankan ini merupakan bagian upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan perlindungan nasabah yang merupakan bagian dari Pilar 6 Arsitektur Perbankan Indonesia. Salah satu bentuk program edukasi keuangan dimaksud adalah menumbuhkan budaya menabung sedari usia dini. Dengan memberikan pengetahuan akan keuangan umumnya dan menabung khususnya sedari dini dan berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan tingkat literacy masyarakat dalam jangka menengah dan panjang.

Bank Indonesia meminta kepada perbankan menggunakan dana CSR untuk memiliki program khusus pelaksanaan edukasi keuangan kepada siswa sekolah sehingga ke depan mereka akan lebih mengetahui manfaatnya, memahami risikonya dan memperhatikan biayanya ketika memanfaatkan produk perbankan.


Apakah Artikel ini memberikan informasi
berguna bagi anda?
Nilai halaman ini:  Jelek Bagus
Komentar: