KONTAK BI | FAQ | KAMUS | LINKS | PETA SITUS | ENGLISH
 
Home > Publikasi > Sistem Pembayaran > Riset Sistem Pembayaran
Sistem Pembayaran
Judul E- Money Tren Pembayaran ke Depan 
Sumber Data Tim Manajemen dan Informasi, Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran Tanggal27-09-2006 Hits2140
Contact MIA, Telp : (6221) 3818787, Fax : (6221) 3864977
Lampiran Kajian E-Money (71 Kbytes)

               

Belum lama ini sebuah bank swasta nasional memperkenalkan produk terbaru yakni dompet elektronik (e-purse). Dompet elektronik ini berbeda dengan kartu kredit dan kartu ATM. Bedanya bila kartu debit dan kartu ATM memerlukan otorisasi yang melibatkan jasa telekomunikasi, tidaklah demikian dengan dompet elektronis ini yang berisi kartu chip. Semua informasi tentang nasabah dan nilai uang tersimpan dalam kartu tersebut. Jika akan dipakai tak perlu otorisasi (off line) karena semua informasi tersimpan dalam kartu chip tadi.

 

Apa yang dikembangkan sebuah bank swasta nasional dengan dompet elektronisnya adalah gambaran tren pembayaran elektronis ke depan yang disebut dengan Electronic Money (e-money). Yang dimaksud e-money adalah produk stored-value atau prepaid dimana sejumlah nilai uang (monetary value) tersimpan dalam peralatan elektronis. Nominal uang yang tersimpan secara elektronis dilakukan dengan menukarkan sejumlah uang atau melalui pendebitan rekening bank yang lalu disimpan dalam peralatan elektronis tadi.

 

Dengan peralatan elektronis yang sudah tersimpan dana, si nasabah dapat melakukan transaksi di sejumlah pedagang (merchants). Nilai nominal dana yang tersimpan dalam e-money bisa berkurang atau bertambah tergantung pemakaian. Dan jika sudah mengecil nilai nominalnya bisa diisi ulang. Pemakaian e-money tak memerlukan proses otorisasi dan tidak terkait langsung dengan rekening nasabah di bank. Sehingga pembayaran yang dilakukan melalui e-money tidak dibebankan kepada rekening nasabah di bank.

 

Dua Jenis E-Money

Saat ini ada dua jenis e-money yang sudah dikenal masyarakat, seperti prepaid card atau lazim disebut electronic purses dan prepaid digital (digital cash). Adapun ciri dari e-purse adalah nilai elektronis disimpan dalam suatu chip (integrated circuit) yang ada di dalam kartu. Sedangkan mekanisme pemindahan dana dilakukan dengan memasukan kartu ke suatu alat tertentu (card reader) yang membaca informasi dalam kartu chip.

 

Sedangkan prepaid software atau kerap disebut digital cash memiliki ciri bahwa nilai elektronis tersimpan dalam suatu hard disk di komputer (personal computer) milik si nasabah. Sedangkan cara pemindahan dana berlangsung memakai medium jaringan telekomunikasi melalui internet, misalnya saat si nasabah melakukan transaksi pembayaran.

 

Kelebihan E-Money

Diperkirakan pemakaian e-money di masa datang berpotensi menggeser peran uang tunai dalam transaksi pembayaran bersifat retail. Pemakaian e-money akan memberikan kelebihan dibanding dengan memakai uang tunai dan alat pembayaran non-tunai lainnya. Misalnya, lebih cepat dan nyaman dibanding memakai uang tunai khususnya transaksi bernilai kecil, sebab si nasabah tak perlu mengeluarkan uang pas atau menerima kembalian. Selain itu pemakaian e-money tidak ada kesalahan hitung pengembalian uang saat melakukan transaksi.

 

Kelebihan lain e-money adalah waktu yang diperlukan menyelesaikan transaksi jauh lebih singkat dibandingkan transaksi dengan kartu debit, kartu kredit atau ATM. Sebab, pemakaian e-money tak memerlukan otorisasi on-line, tanda tangan atau memasukkan kode PIN. Dengan transaksi off-line biaya dapat dikurangi. 

 

Isu Krusial E-Money

BI selaku otoritas jasa sistem pembayaran akan mencermati beberapa isu penting dalam pengembangan e-money. Misalnya, urusan pengawasan. BI akan memeberi perhatian terhadap lembaga penerbit e-money, penyelenggara kliring, settlement dan pengelolaan risiko. Selain itu, terkait kebijakan moneter, BI sedang mengkaji apakah pemakaian e-money juga berpotensi meningkatkan velocity of money yang dapat mempersulit perhitungan monetary aggregate sebagai target atau indikator kebijakan moneter.

 

Isu penting lain dari pemakaian e-money yang menjadi perhatian bank sentral adalah soal seignorage. Yang dimaksud dengan seignorage adalah keuntungan yang diperoleh bank sentral dari selisih antara nilai nominal uang kertas yang diterbitkan dengan ongkos biaya produksi uang. Jika pemakaian e-money sebagai pengganti uang tunai berkembang semakin luas, diperkirakan akan berdampak pada penurunan pendapatan bank sentral dari pos seignorage pada neraca keuangan bank sentral. Isu lain yang patut diperhatikan adalah masalah keamanan dan efisiensi pemakaian e-money. Intinya, BI akan menetapkan aturan bahwa pemakaian e-money harus memenuhi standar keamanan dan efisiensi.

 


Apakah Artikel ini memberikan informasi
berguna bagi anda?
Nilai halaman ini:  Jelek Bagus
Komentar: