KONTAK BI | FAQ | KAMUS | LINKS | PETA SITUS | ENGLISH
 
Home > Publikasi > Kajian Ekonomi Regional > Laporan Nusantara
Kajian Ekonomi Regional
Judul Tinjauan Ekonomi Regional Triwulan II 2011
Sumber Data BKM - Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Tanggal20-07-2011 Hits2856
Contact BKM, Telp : +62-21-3818868; Fax:  +62-21-3452489
Lampiran Tinjauan Ekonomi Regional Triwulan II 2011 (1556 Kbytes)

Memasuki triwulan II 2011, perekonomian berbagai daerah diperkirakan tetap tumbuh tinggi. Kawasan Jawa dan Jakarta diperkirakan masih tumbuh di atas 6%, meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara, Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan Sumatera diindikasikan tumbuh lebih tinggi. Kinerja pertumbuhan ekonomi yang meningkat di KTI dan Sumatera terutama dipengaruhi oleh produksi komoditas sumber daya alam seperti hasil tambang dan perkebunan yang disertai masih tingginya harga komoditas di pasar ekspor.

Tekanan inflasi di berbagai daerah relatif mereda terutama didukung oleh terjadinya koreksi harga pada awal triwulan II 2011. Masa panen yang berlangsung pada triwulan sebelumnya dan mencapai puncaknya pada awal triwulan laporan berdampak pada berkurangnya tekanan kenaikan harga. Komoditas seperti bawang merah, cabe merah, dan beras tercatat mengalami koreksi harga yang cukup dalam pada April 2011. Akan tetapi, terkendalanya distribusi barang akibat faktor cuaca yang melanda beberapa daerah di KTI menyebabkan inflasi di kawasan ini lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya.

Prospek perekonomian daerah triwulan mendatang diperkirakan membaik sejalan dengan indikasi bahwa ekonomi nasional akan tumbuh di atas 6%, terutama didorong oleh kinerja perekonomian Jawa dan KTI. Masih kuatnya permintaan domestik dan ekspor diperkirakan menunjang kinerja perekonomian daerah. Harga komoditas internasional mampu meningkatkan kinerja ekspor Sumatera dan KTI, namun di sisi lain memberi tekanan kepada kebutuhan bahan baku impor dan inflasi barang-barang impor, walaupun dampaknya sejauh ini minimal karena pada saat yang bersamaan rupiah masih mencatat apresiasi. Ke depan, tekanan inflasi berpotensi meningkat sesuai dengan pola musimannya terkait dengan faktor perayaan hari keagamaan, masa paceklik beras, dan tahun baru. Menghadapi tekanan inflasi ini, upaya menjaga stabilitas harga di daerah terus dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang telah terbentuk di 62 kota basis perhitungan inflasi, melalui sinergi berbagai program/kebijakan stabilisasi harga pangan.


Apakah Artikel ini memberikan informasi
berguna bagi anda?
Nilai halaman ini:  Jelek Bagus
Komentar: