KONTAK BI | FAQ | KAMUS | LINKS | PETA SITUS | ENGLISH
 
Home > Publikasi > Kajian Ekonomi Regional > Laporan Nusantara
Kajian Ekonomi Regional
Judul Tinjauan Ekonomi Regional Triwulan IV-2011
Sumber Data Biro Kebijakan Moneter - Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Tanggal20-01-2012 Hits4414
Contact BKM, Telp : (6221) 3818868, Fax : (6221) 2311219
Lampiran Tinjauan Ekonomi Regional Triwulan IV-2011 (1919 Kbytes)

Hingga akhir tahun 2011, perkembangan berbagai indikator ekonomi daerah memperkuat keyakinan capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang diprakirakan mencapai 6,5%. Capaian pertumbuhan ekonomi nasional 2011 yang tinggi tersebut terutama didukung oleh kinerja ekonomi Jawa, Jakarta dan Sumatera yang diprakirakan mampu tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2010. Sementara itu, Kawasan Timur Indonesia (KTI) diprakirakan tumbuh lebih lambat, terutama dipengaruhi oleh kinerja sektor pertambangan yang menghadapi berbagai tantangan sepanjang tahun 2011.

Di sisi harga, inflasi tahun 2011 berhasil ditekan sehingga berada pada level 3,79% (yoy), jauh lebih rendah dari inflasi tahun 2010 sebesar 6,96% (yoy). Kondisi ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan koordinasi yang semakin intensif dengan Pemerintah baik di tingkat pusat melalui Tim Pengendalian Inflasi (TPI) maupun di tingkat daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dari sisi Bank Indonesia, kebijakan diarahkan untuk mengelola ekspektasi inflasi, aliran modal masuk, dan ekses likuiditas yang sempat mengalami tekanan di awal tahun. Selain itu, pada semester kedua tahun 2011, Bank Indonesia menempuh kebijakan yang akomodatif setelah mempertimbangkan meredanya tekanan inflasi dan diyakini akan berada pada kisaran sasarannya serta meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global. Di sisi Pemerintah, kebijakan diarahkan untuk mengatasi tekanan inflasi yang berasal dari keterbatasan pasokan dan hambatan distribusi, khususnya bahan pangan pokok dan energi. Rendahnya tekanan inflasi juga didukung oleh langkah Pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup untuk subsidi dalam rangka ketahanan pangan dan stabilitas harga komoditas energi.

Ke depan, kinerja ekonomi di sebagian besar daerah diperkirakan berpeluang tumbuh tinggi disertai prospek inflasi yang tetap dapat terkendali. Jawa dan Jakarta diperkirakan masih dapat tumbuh di atas 6%, meskipun imbas dari melemahnya ekonomi global diperkirakan mulai memengaruhi kinerja ekspor manufaktur di dua kawasan ini. Kinerja sektor tambang yang terindikasi mulai kembali membaik di penghujung tahun 2011 berpengaruh positif bagi prospek perekonomian KTI tahun 2012. Kemajuan implementasi MP3EI sejauh ini membawa harapan bagi tetap tumbuh tingginya perekonomian. Selain itu, peran fiskal daerah yang dapat lebih optimal akan membuka peluang yang lebih baik bagi percepatan pembangunan ekonomi. Di sisi harga, terjaganya prospek produksi dan pasokan pangan, serta tren menurunnya harga komoditas global akan berdampak positif bagi tetap terkendalinya inflasi. Namun, terdapat sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan tekanan inflasi di 2012 terutama bersumber dari rencana Pemerintah mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi dan kecenderungan masih tingginya harga beras. Hal-hal tersebut menjadi tantangan yang  dihadapi dalam upaya pengendalian inflasi di 2012.


Apakah Artikel ini memberikan informasi
berguna bagi anda?
Nilai halaman ini:  Jelek Bagus
Komentar: