KONTAK BI | FAQ | KAMUS | LINKS | PETA SITUS | ENGLISH
 
Home > Publikasi > Data & Informasi Bisnis > Info Bisnis Regional
Data & Informasi Bisnis
Judul

Kajian Ekonomi Regional Triwulan II-2008 Provinsi Gorontalo

Sumber Data Kelompok Kajian Ekonomi Moneter - Kantor Bank Indonesia Manado Tanggal27-08-2008 Hits642
Contact KBI Manado, Telp.0431-868102, 868103, Fax : 0431-866933
Lampiran KER Prov Gorontalo Tw II-2008 (2066 Kbytes)

ABSTRAKSI
KER PROVINSI GORONTALO TRIWULAN II -2008

Meskipun tekanan ekonomi global semakin meningkat, perekonomian Gorontalo selama triwulan II-2008 menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Laju pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan II-2008 sebesar 6,12% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I-2008 yang sebesar 7,45% (yoy) maupun periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 8,32% (yoy).

Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan II-2008 terutama didorong oleh kegiatan konsumsi khususnya konsumsi pemerintah. Peningkatan kegiatan konsumsi pemerintah tercermin dari meningkatnya realisasi belanja pemerintah pada triwulan laporan. Sementara itu kegiatan investasi masih tumbuh signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Respon di sisi penawaran ditandai oleh tumbuh positifnya sebagian besar sektor ekonomi di Gorontalo. Seiring dengan kenaikan laju konsumsi dan meningkatnya iklim investasi, kinerja sektor ekonomi dominan di Gorontalo, yaitu sektor transportasi dan komunikasi, dan sektor Jasa-jasa mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, sedangkan sektor pertanian mengalamai pertumbuhan negative 0,57%.

Laju perubahan harga di Gorontalo pada triwulan II-2008 mengalami inflasi 9,73% (y.o.y), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami inflasi 5,07%. Sementara itu, bila dibandingkan dengan inflasi di daerah Sulawesi, Maluku dan Papua inflasi bulanan kota Gorontalo relatif  lebih rendah setelah Palu (2,44%), Ambon (1,76%) dan Ternate (1,17%). Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Gorontalo Inflasi kota Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut :

  • Bahan makanan : 1,12%
  • Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau : 3,67%
  • Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar     : 2,86%
  • Sandang : 0,53%
  • Kesehatan : 0,12%
  • Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga : 0,04%
  • Trasportasi, Komunikasi dan Jasa keuangan      : 6,28%

Secara umum kinerja perbankan di provinsi Gorontalo pada triwulan II-2008 cukup baik hal ini tercermin baik dari sisi total aset, penghimpunan dana masyarakat maupun dari sisi kredit yang berhasil disalurkan yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Sehingga hal tersebut mendorong peningkatan rasio Loan to Deposito Ratio (LDR Narrow) yang naik dibandingkan triwulan sebelumnya. Naiknya rasio LDR ini terjadi karena performa kredit mengalami ekspansi yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan penghimpunan dana.

Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada triwulan laporan yang mengalami mengalami peningkatan bila dibandingkan triwulan I-2008 yaitu simpanan dalam bentuk deposito sebesar Rp.447 miliar atau tumbuh sebesar 4,24% dan tabungan sebesar Rp.894 miliar atau tumbuh sebesar 9,83%, sementara untuk giro mengalami penurunan sebesar 13,949% atau menjadi Rp.249 miliar.  Sementara itu kredit yang berhasil disalurkan oleh perbankan Gorontalo mengalami peningkatan hingga mencapai jumlah Rp1.732 miliar atau meningkat 14,30% bila dibandingkan triwulan sebelumnya, dengan penyaluran kredit kepada sektor-sektor yang dominan seperti sektor pertanian dan sektor PHR.


Apakah Artikel ini memberikan informasi
berguna bagi anda?
Nilai halaman ini:  Jelek Bagus
Komentar: