ENGLISH
Home > SIPUK
Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil
 

Sistem Informasi Pola Pembiayaan/
Lending Model Usaha Kecil

PERKEBUNAN VANILI
(POLA PEMBIAYAAN SYARIAH)

ASPEK PRODUKSI

TEKNIK BUDIDAYA

1. Penyiapan Lahan

Lahan untuk penanaman vanili perlu dipersiapkan dengan baik agar akar berkembang cepat sehingga setek vanili dapat lebih terjamin pertumbuhannya. Pekerjaan yang perlu dipersiapkan adalah pengolahan tanah dan pembuatan guludan. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan mencangkul atau membajak, sehingga struktur tanahnya gembur, dalam, remah, dan beraerasi baik. Guludan dibuat sepanjang kebun dengan lebar 1,2 m dan tinggi + 30 cm. Untuk kebun-kebun yang keadaan tanahnya datar, pada pinggiran kebun dapat dibuat saluran drainase dengan lebar 60 cm dan dalam 40 cm.

2. Penanaman

Sebelum ditanam setek dibiarkan 3 - 4 hari di tempat teduh agar luka bekas potongan kering sehingga tidak terjadi pembusukan. Setek ditanam setelah tanah di sekitar tanaman pelindung dicampur pupuk kandang sapi yang sudah masak. Di dekat pangkal tanaman pelindung jarak ditambah 10 cm, disiapkan lubang tanam sedalam 10 cm. Tiga sampai empat daun pada bagian pangkal setek dibuang, karena bagian ini akan dibenamkan ke dalam tanah. Posisi dan cara penananam vanili pada tanah dapat dilihat pada Gambar 4.1.


Gambar 4.1. Penanaman Setek Tanaman Vanili

Penanaman setek sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Setek ditanam pada lubang yang telah disiapkan di dekat pangkal tanaman pelindung. Tanah di sekitar setek harus dijaga tetap basah. Caranya adalah dengan memberi daun-daunan (serasah) di sekitar tanaman vanili. Apabila perlu dapat juga dilakukan penyiraman. Bagian setek yang ditanam ke dalam tanah 3 - 4 buku dengan posisi melengkung, sehingga pangkal batangnya tidak tertimbun tanah, lalu tanahnya sedikit ditekan. Bagian batang yang di atas tanah diikat pada tanaman pelindungnya, sehingga pada saat tumbuh akan langsung menempel pada pohon panjatan. Sebagai bahan pengikat dapat digunakan tali plastik atau tali dari pelepah batang pisang. Kondisi vanili yang telah tertanam selama 2 minggu dapat dilihat pada Foto 4.1.

3. Penjalaran Tanaman Vanili

Penjalaran tanaman vanili dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu sistem pagar, sistem penegak tunggal dengan pelengkungan bolak-balik, dan sistem rumbai (air mancur).


Foto 4.1. Penanaman Vanili Di Sekitar Pohon Pelindung

a. Sistem Pagar

Sistem pagar dilakukan apabila cabang-cabang tanaman panjat tidak horizontal. Pada ketinggian 2 m dari tanaman panjat, dikaitkan bambu untuk tempat merambatnya batang vanili, sehingga nantinya tanaman vanili menjalar horizontal pada bambu tersebut. Teknik penjalaran dengan sistem pagar dapat dilihat pada Gambar 4.2.


Gambar 4.2. Penjalaran Tanaman Vanili dengan Sistem Pagar

b. Sistem Penegak Tunggal dengan Pelengkungan Bolak-Balik

Pada sistem ini, tanaman vanili dijalarkan ke atas setinggi 2,5 m. Selanjutnya 0,75 m sulur pucuk dilepas dari pokok rambatannya dan dibiarkan menggantung sampai sekitar 50 cm diatas permukaan tanah, lalu ujungnya diarahkan lagi ke atas dan diikat pada penegaknya. Begitu seterusnya sehingga terbentuk lingkaran-lingkaran dari lengkungan batang-batang vanili tersebut. Teknik penjalaran sistem penegak tunggal dapat dilihat pada Gambar 4.3.


Gambar 4.3. Penjalaran Tanaman Vanili dengan Sistem Penegak Tunggal

c. Sistem Rumbai (Air Mancur)

Sistem air mancur sama dengan sistem pelengkungan bolak-balik, yaitu dengan melengkungkan ke bawah setelah mencapai ketinggian 1,5 - 2 m. Lalu pada saat ujungnya mendekati permukaan tanah (- 30 cm di atas permukaan tanah), pucuknya dipangkas. Setelah tumbuh lagi dan mencapai 1,5 - 2 m dilengkungkan lagi, lalu setelah dekat dengan permukaan tanah pucuknya dipangkas lagi. Demikian seterusnya.

4. Pemangkasan Pohon Pelindung dan Sulur

Tanaman vanili hanya membutuhkan 50 - 70% sinar matahari. Intensitas cahaya matahari tersebut dapat diatur dengan cara pemangkasan dahan-dahan dan cabang-cabang pohon pelindungnya. Pemangkasan pohon pelindung ini biasanya dilakukan satu tahun sekali pada awal musim penghujan.

Tanaman vanili sebaiknya berbunga serempak dan seragam, sehingga perlu perangsangan untuk pembungaan. Caranya dengan mengurangi naungan, memijit semua pucuk muda sehingga pertumbuhan vegetatifnya terhambat, atau memangkas sulur. Apabila setelah dipijit masih keluar pucuk berarti harus dipijit lagi atau naungannya dikurangi lagi. Selain itu tanaman vanili perlu disemprot dengan Gandasil B. Pemijitan pucuk atau pemangkasan sulur tersebut dilakukan pada saat akhir musim kemarau, agar 2-3 bulan kemudian terjadi pembungaan.

5.Penyerbukan Bunga

Tanaman vanili tidak dapat menyerbuk sendiri, oleh karena itu harus dilakukan penyerbukan buatan oleh manusia. Waktu untuk melakukan penyerbukan terbatas karena mekarnya bunga hanya berlangsung 12 jam, yaitu mulai sekitar pukul 24.00 sampai menjelang tengah hari. Pekerjaan penyerbukan ini akan lebih mudah bila dilakukan sebelum pukul 12.00, yaitu pukul 08.00 - 12.00, saat bunga sudah kering dari air embun.

Biasanya satu tandan bunga terdiri dari 15 - 20 tangkai bunga dan pada satu tandan tidak lebih dari 3 bunga yang mekar serempak. Dengan demikian, pengerjaan penyerbukan pada satu tandan bunga memerlukan waktu beberapa hari. Setiap tanaman maksimal menghasilkan 15 tandan. Apabila jumlah tandan yang dinginkan telah dicapai, maka semua sisa bunga yang ada dibuang. Ukuran bunga yang baik sekitar 15 cm.

Cara penyerbukan bunga adalah dengan mengangkat rostellum yang membatasi bunga jantan (anther) dan alat betinanya (stigma) dengan mengunakan lidi sepanjang 10 cm. Kemudian serbuk sari diletakkan pada stigma yang berada di bawahnya. Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya pekerjaan penyerbukan dapat dilihat dari keadaan bunga setelah 1 - 2 hari. Apabila bunga tetap tinggal dirangkaiannya berarti penyerbukan berhasil dan jika proses penyerbukan gagal bunga akan jatuh. Bila jumlah buah dalam satu tandan sudah cukup (9-12 buah), pekerjaan penyerbukan dihentikan dan sisa bunga yang ada dibuang. Rata-rata satu orang dapat mengawinkan 1.000 bunga per hari. Ilustrasi teknik penyerbukan tanaman vanili dapat dilihat pada Gambar 4.4.


Gambar 4.4. Cara Penyerbukan Bunga Vanili,
(a. Pengangkatan Rostellum dengan lidi, b. Peletakan serbuk sari pada stigma)

6. Pemupukan

Dalam budidaya tanaman vanili, proses pemupukan penting dilakukan. Jenis pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk kandang, pupuk buatan yang terdiri atas pupuk lengkap (N, P, K, Ca, Mg), Gandasil D, Gandasil B dan Gier (kotoran sapi yang diencerkan). Penggunakan pupuk kandang 1,5 kaleng minyak tanah per pohon per tahun dapat meningkatkan hasil buah. Pemberian pupuk kandang 20 liter per pohon per tahun atau 100 g pupuk NPK 15-15-15 per pohon per tahun tidak begitu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil buah. Penggunaan pupuk kandang diperlukan terutama pada daerah-daerah yang kekurangan air dan diberikan pada awal musim kemarau.

Gandasil D diberikan apabila tanaman kelihatan kurus, tandan bunga muncul dalam jumlah banyak, atau setelah masa panen. Pemberian Gandasil D ini penting untuk mengimbangi pertumbuhan, karena tanaman yang buahnya lebat tenaganya akan terkuras dan dapat menyebabkan kematian tanaman.

Gandasil B diberikan pada saat menjelang pembungaan yang berguna untuk menyeragamkan tumbuhnya bunga dan menambah jumlah tandan bunga. Pemberian Gandasil D atau Gandasil B dilakukan 2 minggu sekali selama musim penghujan dengan dosis 5 - 8 g/liter air. Pupuk ini disemprotkan pada daun pada pagi hari sebelum pukul 06.00 atau sore setelah pukul 18.00, dapat juga pada waktu pagi atau siang hari setelah hujan lebat.

Pupuk kandang dan pupuk buatan dapat diberikan pada awal dan akhir musim penghujan. Dosis pupuk yang akan diberikan disesuaikan dengan umur tanaman.

Tabel 4.4.
Dosis Pupuk Kandang dan Buatan untuk Tanaman Vanili

Umur Tanaman (tahun)
Dosis Pupuk (gr/pohon/tahun)
Kandang
Urea
SP-36
KCL
Kurang dari 1
800
20
40
60
1 - 2
800
40
80
120
2 - 3
960
80
160
240
3 - 5
1.280
160
320
480
lebih dari 5
1.600
300
600
750
Sumber: Ruhnayat (2003)

7. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang menyerang tanaman vanili sangat jarang. Hama yang dapat menyerang biasanya ngengat putih (Lawava Sp.). Jika tanaman terlihat mulai diserang baru dilakukan proses penyemprotan dengan insektisida Decis 0,5 - 1,0 ml/liter air. Jika terjadi serangan, penyemprotan dapat dilakukan 7 - 10 hari sekali sampai hamanya hilang.

Penyakit utama tanaman vanili adalah busuk batang. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f. sp. vanillae yang penyebarannya cukup luas. Sampai saat ini belum ada tanaman vanili yang betul-betul tahan atau toleran terhadap penyakit ini. Sekali penyakit ini ada di kebun, perkembangannya akan sangat cepat dan sulit untuk dikendalikan. Cara pencegahan penyakit ini adalah sebagai berikut:

  1. Menanam bibit atau setek yang ditanam harus bebas patogen busuk batang;
  2. Selama kegiatan di kebun; hindari tanaman vanili terluka dan guludan terinjak;
  3. Menanam bawang-bawangan (kucai atau bakung) di sekitar gulutan;
  4. Menghindari pupuk kandang dari kotoran ayam;
  5. Membuat drainase di sekaliling lahan;
  6. Mengoleskan fungisida di pangkal batang selama musim penghujan;
  7. Memberikan mulsa dari daun cengkeh kering;
  8. Melakukan penyemprotan dengan fungisida setelah penyiangan, pemupukan, pemangkasan, dan panen; (Fungisida yang dapat digunakan adalah Benlate 50 WP 1 g/liter, Topsin 2 g/liter, Dithane M 45 2 - 3 g/liter, dan Delsene MX-200 2-3 g/l. Dosis pemakaian fungisida dengan tingkat umur tanaman. Patokan pemberian fungisida dapat dilihat pada Tabel 4.5.);
  9. Memusnahkan bagian tanaman yang menunjukkan gejala terserang penyakit sedini mungkin.

Tabel 4.5.
Patokan Pemberian Fungisida Pada Tanaman Vanili

Umur Tanaman (tahun)
Fungisida (kg/ha)
Kurang dari 1
-
1 - 2
12
2 - 3
14
3 - 4
15
lebih dari 5
18
Sumber : BRI (1986)

8. Panen

Buah vanili akan cukup masak sekitar 9 bulan setelah terjadinya pembuahan, dengan panjang buah 15 - 25 cm dan warna buah menjadi kuning di bagian ujungnya. Untuk mendapatkan mutu vanili yang baik, buah harus dipanen pada saat yang tepat (cukup masak), jangan terlalu awal (kurang masak), atau terlalu masak. Buah yang panen tepat waktu, kandungan vanilinnya di atas 2,2% berwarna hitam, berminyak, dan mengkilat. Bila dipanen kurang masak, buah terlalu kaku dan aromanya kurang, karena kadar vanilinya rendah. Bila dipetik terlalu masak, buah akan pecah, sehingga harganya akan rendah. Berdasarkan hasil penelitian buah vanili yang dipanen sekitar umur 240 hari setelah penyerbukan, kadar vanilinnya tertinggi (2,95%).

Tabel 4.6.
Pengaruh Umur Panen terhadap Kadar Vanillin, Kadar Abu dan Kadar Air

Umur Panen (hari)
Kadar Vanilin (%)
Kadar Abu (%)
Kadar Air (%)
150
0,85
6,75
17,54
180
1,90
5,68
18,26
210
2,65
4,91
18,49
240
2,95
3,59
17,52
Sumber: Salim (1993)

Tanda-tanda buah vanili mulai masak adalah warnanya berubah dari hijau tua mengkilat menjadi hijau muda suram, pada kulit jangatnya terbentuk garis-garis kecil berwarna kuning yang lambat laun menjadi besar, dan ujung buah menjadi kuning. Setelah ujung buah menjadi kuning itulah saat yang paling tepat untuk panen. Apabila terlewat, buah akan pecah. Masaknya buah vanili di lapangan (kebun) tidak akan seragam, sehingga pemetikannya sebaiknya dilakukan secara bertahap satu per satu. Hanya buah yang cukup masak dipetik. Selain waktu yang tepat, panen harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak atau melukai buah lain yang belum masak. Pemetikan dilakukan setiap hari, dan dapat berlangsung selama 3 bulan. Cara pemetikan buah vanili adalah sebagai berikut: tangan kiri memegang tangkai tandan buah, tangan kanan memegang buah yang telah masak, kemudian dengan hati-hati buah dilepas (diputar) dari tandan buah.

9. Pasca Panen

Tahap penanganan yang harus dilakukan dengan baik setelah panen (pascapanen) adalah penanganan buah segar, pelayuan (pencelupan), pemeraman dan pengeringan, pengeringanginan, penyimpanan, serta sortasi dan pengepakan. Tahap pasca panen ini memegang peranan penting dalam menentukan mutu buah vanili, sehingga harus dilakukan dengan baik dan benar. Aroma khas vanili akan terbentuk pada tahap pasca panen ini. Buah vanili yang baru dipetik tidak mempunyai aroma khas vanili. Aroma khas buah vanili akan dihasilkan karena adanya kandungan vanillin yang diperkuat oleh senyawa aromatik sekunder (kompleks aromatik aldehid, alkohol, dan ester).