​Pertumbuhan Utang Luar Negeri Indonesia 2013 Melambat - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
18 September 2014
Perkembangan hingga akhir tahun menunjukkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada 2013 berada dalam tren melambat. ULN Indonesia pada Desember 2013 tercatat USD264,1 miliar, tumbuh 4,6% dibandingkan dengan posisi akhir 2012 sebesar USD252,4 miliar. Pertumbuhan ULN pada 2013 tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ULN tahun 2012 sebesar 12,0%. Perlambatan pertumbuhan ULN juga tergambar pada dinamika setiap triwulan selama 2013. Pada triwulan I-2013 pertumbuhan ULN masih tercatat 11,2% (yoy), namun kemudian tumbuh dalam tren melambat menjadi 8,0% (yoy) pada triwulan II-2013, 7,0% (yoy) pada triwulan III-2013, dan 4,6% (yoy) pada triwulan IV-2013. 
 
Perlambatan juga terlihat pada pertumbuhan ULN menurut jangka waktu. Pada tahun 2013, ULN berjangka panjang tercatat USD216,7 miliar (82,1% dari total ULN), sedangkan ULN berjangka pendek tercatat USD47,4 miliar. Dari perkembangan tersebut, posisi ULN berjangka panjang pada 2013 tumbuh sebesar 4,1%, menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2012 sebesar 11,2%. Demikian pula halnya ULN berjangka pendek yang tumbuh melambat menjadi 7,1%, dibandingkan dengan pertumbuhan 2012 sebesar 15,9%.
 
Perlambatan pertumbuhan ULN Indonesia terjadi baik pada ULN sektor swasta maupun sektor publik. ULN Indonesia pada Desember 2013 terdiri dari ULN sektor publik sebesar USD123,5 miliar (46,8% dari total ULN) dan ULN sektor swasta sebesar USD140,5 miliar (53,2% dari total ULN). Dengan posisi tersebut, ULN sektor publik terkontraksi 2,0% dibandingkan dengan pertumbuhan 6,3% pada tahun 2012. Sementara itu, ULN sektor swasta  pada periode yang sama tumbuh 11,3% (yoy), juga lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada tahun 2012 sebesar 18,3%.
 
Dari ULN sektor swasta terlihat bahwa perlambatan pertumbuhan ULN terjadi pada hampir semua sektor ekonomi. ULN sektor swasta terutama terarah pada lima sektor ekonomi, yaitu sektor keuangan (pangsa 26,2% dari total ULN swasta), sektor industri pengolahan (pangsa 20,4%), sektor pertambangan dan penggalian (pangsa 18,3%), sektor listrik, gas, dan air bersih (pangsa 11,6%), dan sektor pengangkutan dan komunikasi (pangsa 7,5%). Dari kelima sektor tersebut, tiga sektor yaitu sektor keuangan, sektor industri pengolahan, serta sektor pengangkutan dan komunikasi mencatat pertumbuhan yang melambat pada 2013 masing-masing sebesar 5,7%, 12,1% dan 4,4%, dari sebelumnya pada tahun 2012 masing-masing sebesar 22,8%, 13,2% dan 22,8%. Sektor listrik, gas dan air bersih bahkan mencatat kontraksi pertumbuhan sebesar 3,5%, dari sebelumnya tumbuh positif 12,8% di 2012. Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pertambangan dan penggalian pada 2013 terakselerasi menjadi 26,1% dari 20,5% pada tahun 2012.
 
Bank Indonesia memandang tren perlambatan ULN pada 2013 merupakan penyesuaian positif pelaku ekonomi terhadap tren moderasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga struktur ULN tetap terkendali. Posisi ULN tahun 2013 masih pada level yang sehat yakni 30,2% dari PDB, meskipun sedikit meningkat dibandingkan dengan rasio tahun 2012 sebesar 28,7%. Struktur ULN Indonesia yang tetap terkendali juga dicerminkan pada besarnya pangsa ULN berjangka waktu panjang. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ULN Indonesia, khususnya ULN swasta berjangka pendek, sehingga tetap optimal menjaga ketahanan eksternal dan mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
Data lengkap mengenai ULN Indonesia terkini dapat dilihat pada publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia edisi Februari 2014 yang tersedia pada website Bank Indonesia.
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel