Harga Properti Residensial pada Triwulan IV 2017 Tumbuh Meningkat - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
20 Februari 2018

Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia pada triwulan IV 2017 mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan IV 2017 yang tumbuh 0,55% (qtq), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan IHPR pada triwulan sebelumnya sebesar 0,50% (qtq). Kenaikan harga rumah terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe menengah, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Bandar Lampung. Peningkatan harga rumah tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja. Kenaikan harga rumah diperkirakan berlanjut pada triwulan I 2018 sebesar 0,72% (qtq).

Volume penjualan rumah pada triwulan IV 2017 tumbuh meningkat. Penjualan rumah tumbuh 3,05% (qtq), lebih tinggi dibandingkan penjualan rumah pada triwulan III 2017 yang tumbuh 2,58% (qtq). Perkembangan sektor properti residensial tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi domestik yang terus berlangsung pada triwulan IV 2017.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial oleh pengembang terutama bersumber dari dana nonperbankan. Sebanyak 56,18% pengembang menggunakan dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial. Sementara itu, pembiayaan pembelian properti residensial oleh konsumen terutama bersumber dari perbankan. Sebanyak 75,93% konsumen memanfaatkan KPR sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial.

Hasil lengkap survei dapat dilihat dalam Survei Harga Properti Residensial Primer di Website Bank Indonesia.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel