Kajian Ekonomi Regional Provinsi Sulawesi Utara Triwulan III 2013 - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
24 September 2014
Seiring dengan perlambatan perekonomian global dan nasional, perekonomian Sulawesi Utara pada triwulan III 2013 juga menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan. Hal ini tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2013 yang tercatat sebesar 7,46% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2012 yang tercatat 8,21% (yoy). Meskipun menunjukkan adanya tren perlambatan, namun demikian pertumbuhan Sulawesi Utara masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,62% (yoy). Berdasarkan sumbangannya, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR) masih menjadi pendorong utama perekonomian diikuti oleh sektor Jasa-Jasa, serta sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan. Masih tingginya sumbangan sektor PHR didorong peningkatan aktivitas perdagangan dan konsumsi masyarakat seiring momen hari keagamaan, seperti pengucapan syukur dan bulan Ramadhan/Idul Fitri, musim liburan, serta tahun ajaran baru.
 
Laju kenaikan harga barang dan jasa di Kota Manado mengalami peningkatan. Pada akhir triwulan III 2013 Kota Manado mencatat inflasi sebesar 7,73% (yoy), meningkat dibandingkan inflasi periode yang sama tahun lalu sebesar 5,23% (yoy). Tekanan inflasi Kota Manado tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) yang tercatat sebesar 7,46% (yoy), meski masih berada di bawah inflasi nasional yang mencapai 8,40% (yoy).Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya, tekanan Inflasi secara tahunan terutama didorong oleh meningkatnya tekanan kelompok bahan makanan yang harganya bergejolak (volatile foods) serta kelompok barang yang harganya diatur pemerintah (administered price). Sementara itu, kelompok inti (core inflation) mengalami inflasi pada level moderat.
 
Kinerja perbankan konvensional Sulawesi Utara secara umum menunjukkan perkembangan yang baik meskipun dengan kecenderungan melambat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Perlambatan terjadi pada sisi aset, DPK maupun kredit. Aset perbankan konvensional Sulut pada triwulan III 2013 tercatat tumbuh sebesar 13,80% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 21,40% (yoy). Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh sebesar 11,60% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar 16,95% (yoy). Sejalan dengan aset dan DPK, kredit perbankan konvensional Sulut tercatat tumbuh sebesar 20,83% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 22,10% (yoy).
 
Sampai dengan periode triwulan III 2013, realisasi pendapatan daerah mencapai 84% atau senilai Rp1,61 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada triwulan III 2012 yang mencapai 78,7% atau senilai Rp1,41 triliun. Sementara belanja pemerintah pada triwulan laporan mencapai 57,7% atau senilai Rp1,13 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang hanya mencapai 47,2% atau senilai Rp924 miliar.
 
Pada triwulan III-2013, nilai transaksi sistem pembayaran tunai di Sulawesi Utara menunjukkan kondisi net outflow. Sementara itu, perkembangan sistem pembayaran non-tunai melalui kliring dan Bank Indonesia - Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) mengalami peningkatan dari sisi volume maupun nilai khususnya untuk kliring, sementara BI-RTGS tercatat mengalami penurunan kendati tidak signifikan.
 
Seiring dengan laju pertumbuhan perekonomian Sulawesi Utara yang cemerlang, kondisi ketenagakerjaan pada triwulan III 2013 menunjukkan perkembangan yang semakin baik, tercermin dari berbagai indikasi positif pada indikator tenaga kerja regional. Angka pengangguran Sulawesi Utara terus mengalami penurunan dari 7,19% pada Februari 2013 menjadi 6,68% pada Agustus 2013. Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Agustus 2013 mengalami pola yang serupa dengan tahun sebelumnya, yaitu terkontraksi pada bulan Agustus menjadi sebesar 59,76% dari sebelumnya 64,63% di bulan Februari.Tingkat kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara tercatat terus meningkat, terindikasi dari berlanjutnya penurunan tingkat kemiskinan, yang pada Maret 2013 tercatat sebesar 7,88% atau lebih rendah dibandingkan Maret 2012 (8,18%) maupun tingkat kemiskinan nasional (11,37% per Maret 2013).
 
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada triwulan IV 2013 diperkirakan tumbuh pada kisaran 7,62% - 8,05% (yoy). Sumber utama laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada triwulan IV 2013 diperkirakan akan didorong oleh investasi dan konsumsi masyarakat. Pertumbuhan investasi diperkirakan berasal dari penyelesaian proyek pemerintah dan swasta tahun 2013 serta lanjutan proyek multi-years. Sementara itu konsumsi masyarakat diperkirakan meningkat seiring dengan perayaan hari raya keagamaan terbesar di Sulawesi Utara, yaitu Natal dan Tahun Baru.
 
Laju inflasi tahunan Kota Manado pada triwulan IV 2013 diperkirakan melandai dibandingkan triwulan III 2013, yakni berada pada kisaran 6,45%±1% (yoy). Dari sisi fundamental, pergerakan inflasi inti diperkirakan masih berada dalam level moderat.Dari sisi non fundamental, kelompok volatile foods diperkirakan menjadi sumber peningkatan tekanan inflasi di triwulan IV 2013 sesuai pola musiman yang meningkat di akhir tahun seiring momen Natal dan Tahun Baru. Efek kenaikan harga BBM bersubsidi yang sudah terserap sepenuhnya pada triwulan III 2013 menyebabkan tekanan inflasi administered price relatif terbatas dan kembali ke pola normalnya.
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel