Sistem Informasi Bagi Petani & Nelayan (SIPN) - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
25 Maret 2017
SISTEM INFORMASI BAGI PETANI & NELAYAN (SIPN)
 

Dengan kondisi Indonesia sebagai negara agraris dan negara maritim. Produktivitas sektor pertanian dan kelautan memberi kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional, yaitu sekitar 13,3% dari PDB Q-IV 2013 atau merupakan penyumbang ketiga terbesar PDB (BPS, 2013). Sementara itu data BPS juga menunjukkan bahwa sektor ini menyerap tenaga kerja terbesar, yaitu berkisar 35% dari total tenaga kerja. Namun demikian, petani dan nelayan memiliki tingkat kesejahteraan yang rendah. Hal ini ditunjukkan dari data jumlah penduduk miskin dengan kategori bekerja mayoritas adalah petani sebesar 52,8% (BPS, 2013).

 

Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, salah satunya adalah dalam sektor pertanian terdapat kebutuhan informasi yang terkini dan tidak dapat diakses dengan cepat. Adanya assymetric information ini mengakibatkan bargaining position petani dan nelayan tersebut menjadi lemah. Oleh karena itu, dalam rangka mengatasi permasalahan ini perlu dilakukan penyediaan sistem informasi bagi petani dan nelayan, yaitu harga bahan input seperti harga pupuk, benih, obat hama, informasi pendukung, seperti cuaca dan cara bercocok tanam/distribusi, serta harga jual produk.

 

Penyediaan Sistem Informasi Bagi Petani dan Nelayan (SIPN) atau Mobile Agriculture harus bersifat simple, user friendly dan dengan biaya yang terjangkau. Salah satu model diseminasi informasi tersebut melalui telepon genggam. Hal ini mengingat cukup tingginya pengguna telepon genggam di Indonesia.

 
petani.png 
 
 
 

Penyediaan informasi melalui SIPN ini nantinya juga akan membantu menjaga stabilitas inflasi di daerah. Sebagai tahap awal pengembangan SIPN, sistem informasi yang akan digarap adalah sektor pertanian. Sementara itu, pengembangan tahap selanjutnya adalah sektor perikanan dan sektor lainnya. SIPN juga akan dikembangkan ke arah lebih interaktif. Hal ini akan dilakukan dengan bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi melalui program Universal Service Obligation (USO), seperti Desa Pintar dan Internet Masuk Desa.

Tipe Layanan yang Disediakan SIPN

 tabel_sipn.png
Show Left Panel