Working Group Basel II - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
26 Mei 2017

 PEMBENTUKAN WORKING GROUP BASEL II DI INDONESIA

:: Position Paper Working Group untuk pelaksanaan Implementasi Basel II di Indonesia

Dokumen “Internationally Convergence of Capital Measurement and Capital Standard – A Revised Framework” (Basel II) yang diterbitkan oleh Basel Committee on Banking Supervision dari Bank for International Settlements (BIS), merupakan penyempurnaan dari Basel Accord 1988 (Basel I), yang memberikan kerangka perhitungan modal yang bersifat lebih sensitif terhadap risiko (risk sensitive) serta memberikan insentif terhadap peningkatan kualitas penerapan manajemen risiko di bank. Secara khusus, Basel II diperuntukan bagi internationally active banks yang bertujuan meningkatkan keamanan dan kesehatan sistem keuangan secara internasional, dengan menitikberatkan pada perhitungan permodalan yang berbasis risiko, supervisory review process, dan market discipline. Framework Basel II disusun berdasarkan forward-looking approach yang memungkinkan untuk dilakukan penyempurnaan dan penyesuaian dari waktu ke waktu. Hal ini untuk memastikan bahwa framework Basel II dapat mengikuti perubahan yang terjadi di pasar maupun perkembangan-perkembangan dalam manajemen risiko.

Bagi negara-negara G10, Basel II direncanakan akan diterapkan pada akhir tahun 2006. Namun, kerangka waktu tersebut bukan merupakan agenda yang mengikat bagi negara-negara di luar G10 mengingat masing-masing negara memiliki skala prioritas yang berbeda dalam pengembangan pengawasannya, misalnya prioritas untuk meningkatkan pemenuhan prinsip-prinsip pengawasan bank yang efektif (Basel Core Principles). Penetapan kerangka waktu oleh setiap negara juga terkait erat dengan persiapan berbagai prakondisi yang dipersyaratkan untuk menerapkan Basel II, antara lain kualitas penerapan manajemen risiko serta sistem informasi dan database di perbankan, kondisi infrastruktur yang mencakup standar akuntansi dan eksistensi lembaga pemeringkat, serta kesiapan otoritas pengawas, khususnya dalam menetapkan berbagai diskresi (national discretion).

Lampiran : Ringkasan Eksekutif Position Paper Working Group

:: Pembentukan Tim Khusus untuk Pelaksanaan Basel II di Indonesia

Pembentukan Tim Khusus Penerapan Kerangka Permodalan Bank sesuai Basel II di Indonesia terdiri dari Tim Pengarah, Tim Kerja – Sub Tim Credit Risk, Tim Kerja – Sub Tim Market Risk, Tim Kerja – Sub Tim Operational Risk, Tim Kerja – Sub Tim Pilar III, dan Tim Teknis.

Lampiran : Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 8/32/KEP.GBI/2006 tentang Pembentukan Tim Khusus Dalam Rangka Persiapan Implementasi Kerangka Permodalan Bank Sesuai Basel II di Indonesia

Show Left Panel