Counterparty - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
30 Maret 2017

 

KRITERIA SURAT BERHARGA & COUNTERPARTY

 

A. Surat Berharga
  1. Kriteria Surat Berharga yang dapat digunakan dalam Operasi Moneter adalah sebagai berikut :
    1. diterbitkan oleh Bank Indonesia dan/atau Negara Republik Indonesia; 
    2. dalam mata uang rupiah; 
    3. ditatausahakan di Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS); 
    4. tercatat di rekening perdagangan/aktif (active) di BI-SSSS; dan 
    5. tidak sedang diagunkan.
  2. Jenis-jenis Surat Berharga yang memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud di atas terdiri dari :
    1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI) & Sertifikat Bank Indonesia (SBIS);
    2. Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SBI); dan
    3. Surat Berharga Negara (SBN), yang terdiri dari :
      • Surat Utang Negara (SUN), yang terdiri dari Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara termasuk ZCB dan ORI; dan 
      • Surat Berharga Syariah Negara (SBS) termasuk SBSN Ritel. 
  3. Persyaratan Surat Berharga :
    Untuk transaksi repo dalam rangka OPT dan lending facility : 
    1. SBI, SBIS dan SDBI memiliki sisa jangka waktu paling singkat 2 (dua) hari kerja pada saat second leg transaksi repo.
    2. SBN Memiliki sisa jangka waktu paling singkat 3 (tiga) hari kerja pada  saat second leg transaksi repo.
 
 
B. Peserta & Perantara Operasi Moneter
Pihak yang dapat menjadi counterparty Bank Indonesia dalam pelaksanaan operasi moneter di pasar keuangan domestik, baik yang melibatkan transaksi rupiah maupun valuta asing harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
  1. Peserta Operasi Moneter
    1. Peserta Operasi Moneter terdiri dari :
      • Peserta OPT, yaitu Bank dan/atau pihak lain yang ditetapkan oleh Bank Indonesia; dan
      • Peserta Standing Facilities, yaitu bank
    2. Persyaratan peserta Operasi Moneter adalah sebagai berikut:
      • Berstatus aktif sebagai peserta BI-SSSS dan Sistem BI-RTGS;
      • Tidak sedang dikenakan sanksi penghentian sementara untuk mengikuti kegiatan Operasi Moneter;
      • Wajib memiliki rekening giro Rupiah di Bank Indonesia;
      • Wajib memiliki rekening giro valuta asing di Bank Indonesia dalam hal peserta operasi moneter mengikuti transaksi OPT di pasar valuta asing.
      • Wajib memiliki rekening surat berharga di BI-SSSS dan/atau di lembaga kustodian yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
      • Peserta Operasi Moneter wajib menyediakan dana yang cukup di rekening giro rupiah di Bank Indonesia dan/atau surat berharga yang cukup di rekening surat berharga di BI-SSSS atau di lembaga kustodian untuk penyelesaian kewajiban pada tanggal penyelesaian transaksi
      • Peserta Operasi Moneter yang mengikuti transaksi di pasar valuta asing wajib menyediakan dana di Bank Indonesia atau transfer dana ke rekening Bank Indonesia yang cukup penyelesaian kewajiban pada tanggal penyelesaian transaksi
      • Peserta OPT dapat mengikuti OPT secara langsung dan/atau tidak langsung melalui lembaga perantara.
    3. Lembaga Perantara
      1. Lembaga Perantara melakukan transaksi OPT untuk kepentingan peserta Operasi Moneter.
      2. Lembaga Perantara sebagaimana dimaksud terdiri dari:
        • Pialang pasar uang rupiah dan valuta asing; dan
        • Pialang pasar modal yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia sebagai Dealer Utama.
      3. Pialang pasar modal hanya dapat menjadi lembaga perantara dalam transaksi repo, transaksi reverse repo dan transaksi pembelian atau penjualan Surat Berharga secara outright.
      4. Persyaratan Lembaga Perantara adalah sebagai berikut :
        • Berstatus aktif sebagai Peserta BI-SSSS; dan
        • Tidak sedang dikenakan sanksi terkait izin usaha oleh otoritas pengawas yang berwenang.
Tautan Terkait:

 

 

Show Left Panel