Transparansi Produk - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
26 Maret 2017

Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Nasabah

Semakin berkembangnya produk dan jasa perbankan, maka nasabah dituntut untuk lebih memahami keuntungan dan kerugian dari produk/jasa yang ditawarkan oleh bank. Sebagai bentuk perlindungan terhadap hak dan kepentingan nasabah itulah, maka  Bank Indonesia menerbitkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/6/PBI/2005 tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah.

Dalam melakukan transaksi, bank diwajibkan untuk menyampaikan informasi kepada konsumen, yaitu:

  1. Nama produk
  2. Jenis produk
  3. Manfaat dan risiko produk
  4. Persyaratan dan tata cara penggunaan produk
  5. Biaya-biaya yang melekat
  6. Perhitungan bunga/bagi hasil/margin keuntungan
  7. Jangka waktu berlakunya produk serta
  8. Penerbit produk

Khusus untuk produk simpanan, bank harus menyampaikan apakah pinjamannya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atau tidak. Dalam penyampaian informasi produk tersebut, Bank harus menyampaikannya dengan jelas dan mudah dilihat.

Peraturan Bank Indonesia No 7/6/PBI/2005 tentang transparansi informasi produk dan penggunaan data nasabah tidak hanya mewajibkan bank untuk menyampaikan informasi yang lengkap dan jelas kepada masyarakat, namun juga mewajibkan bank untuk menjaga data nasabahnya. Bank diperkenankan memberikan data pribadi nasabah kepada pihak lain dengan syarat telah mendapat persetujuan tertulis dari nasabah. Dimana, sebelum menyetujui datanya dapat diberikan kepada pihak lain, nasabah berhak  mendapat penjelasan mengenai tujuan dan konsekuensi dari pemberian data pribadi nasabah tersebut kepada pihak lain.


Show Left Panel