Jenis Produk dan Jasa - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
18 Agustus 2017







Simpanan & Investasi
Deposito : Tumbuh Dengan Terencana

Deposito merupakan produk simpanan bank yang pengambilan uang simpanan hanya dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai perjanjian di muka dan dengan syarat-syarat tertentu. Biasanya bank menawarkan suku bunga/bagi hasil yang lebih tinggi untuk deposito dibandingkan dengan produk tabungan.

Deposito : Tumbuh Dengan Terencana

Deposito

  1. Deposito adalah simpanan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat-syarat tertentu.
  2. Deposito dapat dicairkan setelah jangka waktu berakhir.
  3. Deposito yang akan jatuh tempo dapat diperpanjang secara otomatis (Automatic Roll Over).
  4. Deposito dapat dalam mata uang rupiah maupun dalam mata uang asing.

Deposito Berjangka

  1. Merupakan simpanan yang pencairannya dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu.
  2. Umumnya mempunyai jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, dan 12 sampai dengan 24 bulan.
  3. Diterbitkan dengan mencantumkan nama pemilik deposito baik perorangan maupun lembaga.
  4. Kepada setiap deposan diberikan bunga yang besarnya dan waktu pembayarannya sesuai dengan yang berlaku di masing-masing bank.
  5. Pembayaran bunga deposito dapat dilakukan setiap bulan atau setelah jatuh tempo sesuai jangka waktunya.
  6. Pembayaran dapat dilakukan secara tunai maupun non tunai (pemindahbukuan).
  7. Kepada setiap deposan dengan nominal deposito tertentu dikenakan pajak penghasilan dari bunga yang diterimanya.
  8. Pencairan deposito sebelum jatuh tempo umumnya dikenakan denda.

Sertifikat Deposito

  1. Merupakan simpanan yang diterbitkan dengan jangka waktu 1, 3, 6 dan 12 bulan.
  2. Sertifikat Deposito diterbitkan atas unjuk dalam bentuk Sertifikat, tanpa mencantumkan nama pemilik deposito.
  3. Sertifikat Deposito dapat diperjualbelikan kepada pihak lain.
  4. Pembayaran bunga Sertifikat Deposito dapat dilakukan di muka, tiap bulan atau pada saat jatuh tempo, baik tunai maupun non tunai.

Keuntungan

  1. Dapat dijadikan agunan kredit.
  2. Memperoleh hasil bunga yang umumnya lebih tinggi dari bentuk simpanan lainnya.
  3. Dapat mengelola keuangan secara lebih terencana sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktu deposito.

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

  1. Pastikan Anda menerima bilyet/surat berharga (Deposito Berjangka atau Sertifikat Deposito).
  2. Pada saat jatuh tempo, Anda berhak menerima pokok dan bunga deposito sesuai bunga yang berlaku setelah dipotong pajak.
  3. Pada saat pencairan deposito, Anda berkewajiban untuk menandatangani formulir pencairan.
  4. Perhatikan tingkat suku bunga deposito yang berlaku dan pastikan telah sesuai dengan ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Download Leaflet

Generic Model Produk Tabunganku

Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai kelas ekonomi . Khusus untuk masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah, tentunya mengharapkan suatu produk tabungan dengan biaya yang nol. Maka pada tanggal 20 Februari 2010 telah diluncurkan TabunganKu. TabunganKu adalah tabungan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Generic Model Produk Tabunganku

A. Generic Model Produk Tabunganku (Bank Umum)

“TabunganKu” adalah tabungan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Fitur Produk TabunganKu

Fitur produk TabunganKu dibedakan menjadi dua, yaitu:

Fitur Standard (Mandatory) adalah fitur produk TabunganKu yang harus diterapkan secara seragam oleh seluruh bank yang meluncurkan produk TabunganKu, sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui bersama.
Yang termasuk Fitur Standard (Mandatory) :

  1. Nama produk adalah TabunganKu.
  2. Tanpa biaya administrasi bulanan.
  3. Setoran awal pembukaan rekening minimum Rp20.000,00.
  4. Setoran tunai selanjutnya minimum Rp10.000,00.
  5. Saldo minimum rekening (setelah penarikan) adalah Rp20.000,00.
  6. Saldo dorman (tidak ada transaksi selama 6 bulan berturut–turut).
    • Biaya penaltinya adalah Rp2.000,00 per bulan.
    • Apabila saldo rekening mencapai < Rp20.000,00, maka rekening akan ditutup oleh sistem dengan biaya penutupan rekening sebesar sisa saldo.
    • Biaya penutupan rekening atas permintaan nasabah adalah Rp20.000,00.
    • Jumlah minimum penarikan di counter sebesar Rp100.000,00 kecuali pada saat nasabah ingin menutup rekening.
    • Bunga /bonus Wadiah dihitung berdasarkan saldo harian dan tidak progresif.
    • Bunga/bonus Wadiah dibayarkan mengikuti periode pembayaran masing-masing bank.
    • Suku bunga / bonus Wadiah:
      • Bank Umum Konvensional, dengan saldo :
        • Rp0.00 sampai dengan Rp500.000,00 tidak diberikan bunga.
        • Diatas Rp500.000,00 sampai dengan Rp1.000.000,00 sebesar 0.25%/tahun.
        • Diatas Rp1.000.000,00 sebesar 1%/tahun.
      • Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah:
        • Menganut skema Wadiah, dengan ketentuan dan perhitungan bonus diserahkan kepada bank umum syariah.
        • Bank umum syariah yang memberikan bonus maksimal setara dengan 1% per tahun.
    • Biaya penggantian buku/lembar statement apabila hilang/rusak adalah gratis. Persyaratan lain untuk penggantian buku yang hilang/rusak, mengikuti ketentuan yang berlaku di bank masing-masing.

Fitur Customized (Optional) adalah fitur produk TabunganKu yang dapat dipilih untuk diterapkan oleh bank yang meluncurkan produk TabunganKu. Bank dapat memberikan tambahan fitur lainnya kepada produk TabunganKu selama tidak melanggar kesepakatan bersama.
Dalam rangka mengembangkan produk TabunganKu ke depan, akan dilakukan penyempurnaan secara berkala atas fitur produk TabunganKu oleh komite produk TabunganKu yang dibentuk oleh industri perbankan. Yang termasuk Fitur Customized (Optional) :

  1. Bukti kepemilikan (format disesuaikan dengan infrastruktur masing-masing bank)
    • Buku,
    • Bukti kepemilikan tabungan, atau
    • Lembar statement.
  2. Kartu ATM.
  3. Biaya bulanan kartu ATM, hilang/rusak, cetak ulang PIN dan biaya transaksi di ATM disesuaikan dengan ketentuan di masing–masing bank.
    Persyaratan lain untuk penggantian kartu ATM yang hilang/rusak, mengikuti ketentuan yang berlaku di masing–masing bank.
  4. Layanan jasa perbankan lainnya dan biayanya mengikuti ketentuan di masing–masing bank.
  5. Hal–hal lain yang tidak diatur dalam fitur standard (mandatory) adalah bersifat optional dan akan disesuaikan dengan ketentuan di masing–masing bank.

B. Generic Model Produk Tabunganku (Bank Perkreditan Rakyat/Syariah)

“TabunganKu” adalah tabungan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Fitur Produk TabunganKu

Fitur produk TabunganKu dibedakan menjadi dua, yaitu:

Fitur Standard (Mandatory) adalah fitur produk TabunganKu yang harus diterapkan secara seragam oleh seluruh bank yang meluncurkan produk TabunganKu, sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui bersama.
Termasuk dalam Fitur Standard (Mandatory) :

  1. Nama produk adalah TabunganKu.
  2. Tanpa biaya administrasi bulanan.
  3. Setoran awal pembukaan rekening minimum adalah Rp10.000,00.
  4. Setoran tunai selanjutnya tidak ada pembatasan.
  5. Saldo minimum rekening (setelah penarikan) adalah Rp10.000,00.
  6. Saldo dorman (tidak ada transaksi selama 6 bulan berturut–turut).
    • Biaya penaltinya adalah Rp1.000,00 per bulan.
    • Apabila saldo rekening mencapai < Rp10.000,00, maka rekening akan ditutup oleh sistem dengan biaya penutupan rekening sebesar sisa saldo.
  7. Biaya penutupan rekening atas permintaan nasabah adalah Rp5.000,00.
  8. Jumlah minimum penarikan di counter sebesar Rp50.000,00 kecuali pada saat nasabah ingin menutup rekening.
  9. Bunga/bonus Wadiah dihitung berdasarkan saldo harian dan tidak progresif.
  10. Bunga/bonus Wadiah/bagi hasil dibayarkan mengikuti periode pembayaran masing–masing bank.
  11. Suku bunga/ bonus Wadiah/ nisbah bagi hasil:
    • BPR : 4%.
    • BPRS : untuk skema Wadiah atau skema Mudharabah pemberian
      bonus atau nisbah bagi hasil dengan indicative rate sekitar 4%.
  12. Biaya penggantian buku/lembar statement apabila hilang/rusak adalah gratis. Persyaratan lain untuk penggantian buku yang hilang/rusak, mengikuti ketentuan yang berlaku di bank masing–masing.

Fitur Customized (Optional) adalah fitur produk TabunganKu yang dapat dipilih untuk diterapkan oleh bank yang meluncurkan produk TabunganKu. Bank dapat memberikan tambahan fitur lainnya kepada produk TabunganKu selama tidak melanggar kesepakatan bersama.
Dalam rangka mengembangkan produk TabunganKu ke depan, akan dilakukan penyempurnaan secara berkala atas fitur produk TabunganKu oleh komite produk TabunganKu yang dibentuk oleh industri perbankan.

Termasuk dalam Fitur Customized (Optional) :

  1. Bukti kepemilikan (format disesuaikan dengan infrastruktur masing–masing bank)
    • Buku,
    • Bukti kepemilikan tabungan, atau
    • Lembar statement
    • Kartu ATM.
  2. Biaya bulanan kartu ATM, hilang/rusak, cetak ulang PIN dan biaya transaksi di ATM disesuaikan dengan ketentuan di masing–masing bank.
    Persyaratan lain untuk penggantian kartu ATM yang hilang/rusak, mengikuti ketentuan yang berlaku di masing–masing bank.
  3. Layanan jasa perbankan lainnya dan biayanya mengikuti ketentuan di masing–masing bank.
  4. Hal–hal lain yang tidak diatur dalam fitur standard (mandatory) adalah bersifat optional dan akan disesuaikan dengan ketentuan di masing–masing bank.

Download Generic Model Tabunganku (Bank Umum) dan
Generik Model Tabungaku (BPR dan BPR Syariah)

Mengenal Rekening Giro

Rekening Giro atau Current Account adalah salah satu produk perbankan berupa simpanan dari nasabah perseorangan maupun badan usaha dalam Rupiah maupun mata uang asing yang penarikannya dapat dilakukan kapan saja selama jam kerja dengan menggunakan warkat Cek dan Bilyet Giro. Semua warga negara Indonesia dan warga negara asing serta Badan usaha dan Institusi lain yang sah menurut hukum yang berlaku dapat membuka rekening Giro.

Mengenal Rekening Giro

Rekening Giro atau Current Account adalah salah satu produk perbankan berupa simpanan dari nasabah perseorangan maupun badan usaha dalam Rupiah maupun mata uang asing yang penarikannya dapat dilakukan kapan saja selama jam kerja dengan menggunakan warkat Cek dan Bilyet Giro. Semua warga negara Indonesia dan warga negara asing serta Badan usaha dan Institusi lain yang sah menurut hukum yang berlaku dapat membuka rekening Giro.

Dengan menjadi nasabah Giro, Anda memperoleh kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan, seperti :

Melakukan pembayaran dengan menggunakan Cek (Cheque).

Cek adalah surat berharga atau alat transaksi pembayaran yang diterbitkan oleh bank sebagai pengganti uang tunai. Cek dikeluarkan oleh bank apabila Anda mempunyai rekening Giro.Cek Atas Nama (Order Cheque) adalah Cek yang mencantumkan nama penerima dana dan bank akan melakukan pembayaran kepada nama yang tertera pada Cek tersebut. Pembayaran dilakukan paling cepat sesuai tanggal yang tertera pada Cek tersebut.

Cek Atas Unjuk (Bearer Cheque)
Adalah Cek yang tidak mencantumkan nama penerima dana dan bank akan melakukan pembayaran kepada siapa saja yang membawa Cek tersebut. Pembayaran dilakukan paling cepat sesuai tanggal yang tertera pada Cek tersebut.

Cek Silang (Cross Cheque)
Adalah Cek Atas Nama dan/atau Cek Atas Unjuk yang diberi tanda garis menyilang pada ujung kiri atas warkat atau dapat juga diberi tanda garis menyilang sepanjang cek dari ujung kiri bawah ke ujung kanan atas. Cek silang tidak dapat diuangkan secara tunai, tetapi hanya dapat dimasukan ke dalam rekening penerima Cek.

Melakukan pembayaran dengan menggunakan Bilyet Giro.

Bilyet Giro (BG) merupakan cara pembayaran yang berbeda dengan Cek, dimana penerima dana tidak dapat melakukan pencairan secara tunai, tetapi harus melalui pemindahbukuan ke rekening yang bersangkutan. Bilyet Giro akan berfungsi sama dengan Cek Silang.

Hal-hal yang harus diperhatikan apabila anda membuka rekening Giro?

  1. Kembalikan segera lembar pertama bukti penerimaan Cek/Bilyet Giro, agar rekening Giro Anda dapat diaktifkan oleh bank.
  2. Catat setiap pengeluaran Anda, baik tanggal, nomor, dan jumlah uang di lembar sebelah kiri buku Cek/Bilyet Giro Anda yang akan berguna sebagai alat kontrol, agar pengeluaran dapat disesuaikan dengan dana yang tersedia.
  3. Berhati-hatilah dalam mengeluarkan Cek Atas Unjuk dan jangan sampai hilang, karena setiap Cek yang telah dibubuhi tanda tangan Anda serta materai yang cukup dapat segera dibayarkan oleh bank tanpa melakukan verifikasi kepada pembawa Cek.
  4. Jangan melakukan pembayaran dengan Cek/Bilyet Giro, apabila dana Anda tidak cukup, karena bank akan menolak pembayaran.
  5. Pastikan Anda memiliki dana yang cukup, setiap kali Anda menerbitkan cek/bilyet Giro untuk menghindari dicantumkannya nama Anda dalam Daftar Hitam Nasional yang disebarkan oleh Bank Indonesia ke seluruh perbankan di wilayah Indonesia.
  6. Segera lapor kepada bank Anda, jika Anda kehilangan 1 (satu) lembar cek/bilyet Giro atau buku cek/bilyet, sehingga bank dapat memblokir rekening Anda. Lengkapi laporan Anda dengan surat keterangan kehilangan dari pihak yang berwajib.
  7. Cek/Bilyet Giro anda hanya berlaku 70 hari setelah tanggal penerbitan. Setelah melampaui waktu tersebut, warkat tersebut tidak dapat digunakan (kadaluarsa).
  8. Untuk pembukaan rekening Giro dalam valuta asing sebaiknya Anda berkonsultasi dengan bank Anda.
  9. Apabila rekening Giro Anda ditutup, segera serahkan sisa lembar warkat Cek/Bilyet Giro kepada bank Anda.

Download Leaflet

Mengenal Tabungan

Seringkali kita membutuhkan uang dalam kondisi tak terduga, misalnya pada saat sakit. Oleh karena itu sebaiknya kita memiliki dana cadangan untuk mengantisipasi hal di atas. Solusi yang baik adalah dengan menimpan uang di Bank, dan salah satu produk simpanannya adalah tabungan. Penarikan Tabungan hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu. Umumnya bank akan memberikan buku tabungan yang berisi informasi seluruh transaksi yang Anda lakukan dan kartu ATM lengkap dengan nomor pribadi (PIN)

Mengenal Tabungan

Tabungan adalah simpanan uang di Bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu. Umumnya bank akan memberikan buku tabungan yang berisi informasi seluruh transaksi yang Anda lakukan dan kartu ATM lengkap dengan nomor pribadi (PIN).

Apa untungnya menabung di bank?

  1. Aman. Uang disimpan dengan aman di bank, tidak mudah di curi maupun tercecer.
  2. Terjamin. Tabungan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan yang ada.
  3. Berkembang. Bank akan memberikan bunga yang dihitung berdasarkan saldo tabungan.
  4. Praktis. Terdapat kemudahan layanan perbankan elektronik 24 jam per hari antara lain ATM, SMS Banking, Mobile Banking, Internet Banking, Phone Banking dan Call Center.
  5. Hemat. Kalau terbiasa menabung, Anda dapat menyisihkan uang dan terhindar dari kebiasaan membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan.

Apa yang harus dipenuhi nasabah?

  1. Melakukan setoran awal untuk pembukaan rekening dalam jumlah minimal yang ditentukan bank.
  2. Melengkapi formulir pembukaan tabungan disertai dengan dokumen yang diperlukan.
  3. Membayar biaya administrasi yang telah ditetapkan oleh bank.

Tips bijak menggunakan tabungan

  1. Pilih bank yang memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan Anda.
  2. Pastikan tabungan Anda memenuhi syarat untuk dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  3. Baca dan perhatikan ketentuan produk tabungan yang akan Anda pilih.
  4. Simpan uang yang tidak digunakan di tabungan dan lakukan penarikan sesuai dengan keperluan saja.
  5. Jaga saldo tabungan Anda agar bunga yang diperoleh setiap bulannya lebih besar dari biaya administrasi bulanan sehingga tabungan Anda tidak berkurang.
  6. Gunakan layanan transaksi perbankan elektronik agar hemat biaya, energi dan waktu, karena tidak perlu datang ke cabang bank.

Download Leaflet

Mengetahui Perhitungan Bunga Tabungan

Ketika membuka rekening tabungan, ada baiknya Anda memahami cara menghitung bunga tabungan, karena metode perhitungan yang berbeda akan menghasilkan jumlah bunga tabungan yang berbeda pula. Dengan mengetahui cara perhitungan bunga tabungan, Anda dapat memperhitungkan berapa saldo minimum tabungan yang harus Anda pelihara agar pokok simpanan tidak terpotong oleh biaya administrasi bank. Secara umum ada 3 metode perhitungan bunga tabungan yaitu: berdasarkan saldo terendah, saldo rata-rata dan saldo harian. Beberapa bank menerapkan jumlah hari dalam 1 tahun 365 hari, namun ada pula yang menerapkan jumlah hari bunga 360 hari.

Mengetahui Perhitungan Bunga Tabungan

A. Mengetahui Perhitungan Bunga Tabungan

Ketika membuka rekening tabungan, ada baiknya Anda memahami cara menghitung bunga tabungan, karena metode perhitungan yang berbeda akan menghasilkan jumlah bunga tabungan yang berbeda pula. Dengan mengetahui cara perhitungan bunga tabungan, Anda dapat memperhitungkan berapa saldo minimum tabungan yang harus Anda pelihara agar pokok simpanan tidak terpotong oleh biaya administrasi bank.

Secara umum ada 3 metode perhitungan bunga tabungan yaitu: berdasarkan saldo terendah, saldo rata-rata dan saldo harian. Beberapa bank menerapkan jumlah hari dalam 1 tahun 365 hari, namun ada pula yang menerapkan jumlah hari bunga 360 hari.

Untuk memudahkan Anda memahami perhitungan bunga diatas, mari kita lakukan sebuah ilustrasi rekening tabungan sebagai berikut:

Misalkan Anda membuka tabungan pada tanggal 1 Juni dengan setoran awal Rp 1.000.000,00 kemudian Anda melakukan penyetoran dan penarikan selama bulan Juni sebagai berikut:

Tgl Setor Tarik Saldo
1 1.000.000,00   1.000.000,00
5 5.000.000,00   6.000.000,00
6   500.000,00 5.500.000,00
10 2.500.000,00   8.000.000,00
20   1.000.000,00 7.000.000,00
25 10.000.000,00   17.000.000,00
30   2.000.000,00 15.000.000,00

Bunga yang akan Anda peroleh ditentukan oleh cara perhitungan bunga yang dilakukan bank. Besarnya bunga tabungan berdasarkan tiga metode perhitungan dapat dilihat dibawah ini.

  1. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Terendah
    Pada metode ini, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo terendah dalam bulan tersebut. Bunga dihitung dengan rumus sebagai berikut:
    Bunga = ST x i x t / 365
    ST = saldo terendah, i= suku bunga tabungan pertahun, t = jumlah hari dalam 1 bulan, 365 = jumlah hari dalam 1 tahun.
    Misalkan suku bunga yang berlaku adalah 5% pa (per annum). Karena saldo terendah dalam bulan Juni adalah Rp.1.000.000,00, maka perhitungan bunga adalah sebagai berikut:
    Bunga bulan Juni
    = Rp. 1 juta x 5 % x 30 / 365
    = Rp. 4.109,59
  2. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-rata
    Pada metode ini, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo rata-rata dalam bulan berjalan. Saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut.
    Bunga = SRH x i x t / 365
    SRH = Saldo rata-rata harian, i = suku bunga tabungan pertahun, t = jumlah hari dalam bulan berjalan.
    Misalkan bunga tabungan yang berlaku adalah sebagai berikut:
    Saldo dibawah Rp.5 juta, bunga = 3% pa
    Saldo 5 juta keatas, bunga = 5 % pa
    Maka SRH tabungan Anda adalah sebagai berikut:
    [ (Rp.1 juta x 4 hari) + (Rp.6 juta x 1 hari) + (Rp.5,5 juta x 4 hari ) +
    (Rp.8 juta x 10 hari) + (Rp.7 juta x 5 hari) + (Rp.17 juta x 5 hari) + (Rp.15
    juta x 1 hari) ] / 30 = Rp.8.233.333,00
    Karena SRH Anda diatas Rp.5 juta, maka Anda berhak atas suku bunga 5%, sehingga bunga yang akan Anda terima adalah sebagai berikut:
    Bunga Juni
    = Rp.8.233.333,00 x 5% x 30 / 365
    = Rp. 33.835,62
  3. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian
    Pada metode ini bunga dihitung dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan dihitung dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya. Misalkan bunga tabungan yang berlaku adalah sebagai berikut :
    Saldo dibawah Rp.5 juta, bunga = 3% pa
    Saldo Rp.5 juta ke atas, bunga = 5% pa
    Cara perhitungan bunga:
    Tgl 1 : Rp.1 Juta x 3 % x 1 / 365 = 82,19
    Tgl 2 : Rp.1 Juta x 3 % x 1 / 365 = 82,19
    Tgl 3 : Rp.1 Juta x 3 % x 1 / 365 = 82,19
    Tgl 4 : Rp.1 Juta x 3 % x 1 / 365 = 82,19
    Tgl 5 : Rp.6 juta x 5 % x 1 / 365 = 821,92
    dan seterusnya
    Berdasarkan cara perhitungan diatas, bunga tabungan Anda selama bulan Juni adalah Rp.33.616,44
  4. Hal-hal yang perlu diperhatikan
    • Sebelum Anda menabung, tanyakan metode perhitungan bunga yang diberlakukan oleh bank tersebut.
    • Suku bunga tabungan dapat berubah sewaktu-waktu, karena itu suku bunga ini disebut suku bunga mengambang atau floating rate.
    • Beberapa bank menetapkan suku bunga tabungan tetap untuk jangka waktu tertentu (fixed rate).

Download Leaflet

Structured Product

Maraknya berbagai jenis produk bank yang beraneka ragam, akan menuntut calon konsumen untuk mengetahui dan memahami manfaat dan risiko produk tersebut. Salah satu produk baru yang dipasarkan di perbankan (namun dapat pula diterbitkan oleh selain bank) adalah Structured Product. Structured Product bukanlah produk investasi konvensional dan tidak selalu sesuai untuk investor pada umumnya. Seandainya ilakukan, investasi Structured product harus dilakukan secara berhati-hati dan terukur/terbatas. Dalam menentukan pilihan akan berinvestasi di Structured Product atau tidak, nasabah harus mempertimbangkan apakah risiko kerugian dapat ditolerir atau tidak. Bila tidak, maka Structured product bukanlah pilihan investasi yang tepat.

Structured Product

Structured Product adalah bentuk produk keuangan non konvensional yang merupakan penggabungan anatra dua atau lebih instrumen keuangan, berupa instrumen keuangan non-derivatif dan derivatif.

Potensi imbal hasil atau keuntungan yang dapat diperoleh dari Structured Product akan dikaitkan dengan satu atau lebih variabel dasar yang ditetapkan seperti suku bunga, nilai tukar, komoditas, ekuitas, dan/atau indeks. Namun demikian, kinerja yang dijanjikan dari Structured Product tidak selalu berbanding lurus terhadap kinerja variabel dasarnya dan performa atau kinerja masa lalu dari variabel dasar bukan merupakan indikasi atas potensi keuntungan atau kerugian dari suatu Structured Product

Structured Product ditujukan untuk calon Pembeli yang memiliki pengetahuan memadai tentang kondisi pasar keuangan, derivatif, dan memiliki toleransi risiko (risk apetite) yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan calon Pembeli produk konvensional seperti tabungan, deposito dan giro.

Transaksi Structured Product didasarkan pada perjanjian antara Pembeli dan Penerbit Structured Product. Hal-hal yang diperjanjikan antara Pembeli dan Penerbit antara lain mencantumkan:

  1. Instrumen derivatif adalah instrumen keuangan yang nilainya ditentukan dari nilai produk yang mendasarinya (underlying)
  2. Nama Produk dan Penerbit produk;
  3. Nama Pembeli;
  4. Karakteristik dan fitur;
  5. Nilai transaksi;
  6. Tanggal Transaksi;
  7. Tanggal Settlement;
  8. Biaya-biaya yang melekat;
  9. Mata uang yang ditransaksikan;
  10. Acuan instrumen keuangan yang ditransaksikan;
  11. Advis dan konfirmasi transaksi derivatif;
  12. Domisili dan hukum yang berlaku dalam hal terjadi sengketa

BENTUK STRUCTURED PRODUCT

Pada umumnya Structured Product dapat dibagi ke dalam 4 kategori sebagai berikut:

  1. Principal Protected.
    Ditujukan untuk Nasabah yang memiliki toleransi risiko (risk apetite) yang relatif konservatif, tidak memerlukan likuiditas dalam jangka pendek, ingin memiliki eksposur terhadap pasar namun secara bersamaan tetap berkeinginan untuk menjaga keutuhan pokok investasi yang ditanamkan.
  2. Non Principle Protected.
    Non Principle Protected Structured Product ditujukan untuk Nasabah yang mempunyai toleransi risiko yang lebih tinggi dibanding dengan Nasabah konservatif. Structured Product seperti ini memberikan potensi keuntungan atau imbal hasil yang relatif lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Principle Protected Structured Product. Namun demikian, potensi hasil yang lebih tinggi tersebut akan menggantikan proteksi yang diberikan terhadap pokok yang diinvestasikan Nasabah. Oleh karena itu, Nasabah akan ter-ekspose secara menyeluruh terhadap risiko kerugian dari produk tersebut sehingga dapat mengalami kerugian baik terhadap sebagian ataupun keseluruhan investasi awal Nasabah.
  3. Leverage
    Ditujukan untuk Nasabah yang canggih (sophisticated), memiliki strategi investasi yang agresif dan merupakan risk taker. Fitur dari Leveraged Structured Product pun pada umumnya tidak bersifat generik, distruktur untuk kebutuhan tertentu, dan sangat kompleks. Produk seperti ini dapat memberikan potensi keuntungan atau imbal hasil yang berlipat (leveraged returns). Leveraged Structured Product tidak akan memberikan proteksi terhadap nilai pokok awal investasi Nasabah maupun potensi keuntungan atau imbal hasil. Dari sisi risiko, terdapat pula kemungkinan bahwa potensi kerugian yang akan dialami Nasabah dapat melebihi nilai pokok investasi Nasabah sehingga dapat menimbulkan kewajiban Nasabah kepada penerbit Structured Product.
  4. Callable Structures.
    Callable Structures adalah fitur Structured Product yang memberikan opsi kepada penerbit Structured Product untuk menghentikan dan menyelesaikan transaksi sebelum jatuh tempo. Dalam pemberian opsi tersebut, Nasabah seolah-olah menerbitkan dan menjual opsi kepada Penerbit produk. “Premi” yang diterima Nasabah dari Penerbit atas penjualan opsi tersebut itulah yang akan dijadikan sebagai bagian dari potensi keuntungan atau imbal hasil yang dapat diperoleh Nasabah. Hal ini mengakibatkan potensi keuntungan atau imbal hasil yang mungkin diperoleh relatif lebih tinggi. Namun demikian, apabila opsi tersebut digunakan oleh Penerbit, maka potensi keuntungan Nasabah dari transaksi yang tersisa akan hilang

PENERBIT STRUCTURED PRODUCT

Penerbit Structured Product dapat dibedakan berdasarkan 3 faktor sebagai berikut:

No. Faktor Penerbit
1. Lembaga Keuangan Penerbit Bank dan Non-Bank
Structured Product yang diterbitkan Bank pada umumnya merupakan gabungan antara produk konvensional Bank, seperti tabungan atau deposito, dengan instrumen keuangan lainnya.
Structured Product yang diterbitkan oleh Lembaga Keuangan Non-Bank pada umumnya berbentuk Reksadana Kontrak Investasi Kolektif yang ditawarkan oleh Manajer Investasi.
2. Lokasi Penerbit On-shore (di dalam negeri) dan Off-shore (di luar negeri)
3. Proses Penjualan Penjualan langsung: Penjualan Structured Product dilakukan secara langsung oleh Penerbit Structured Product.
Penjualan tidak langsung: Penjualan Structured Product dilakukan oleh pihak yang bukan merupakan penerbit Structured Product (Agen Penjual/referral). Perjanjian ditandatangani antara pihak Penerbit produk (bukan Agen Penjual/referral) dan Pembeli, sehingga pihak yang bertanggung jawab atas pemenuhan hak dan kewajiban adalah Penerbit.

RISIKO STRUCTURED PRODUCT

Perlu dipahami bahwa Structured Product sangat mengandung risiko. Risiko utama yang terdapat pada Structured Product antara lain :

Risiko Kredit
Structured Product merupakan bentuk kewajiban “unsecured” dari Penerbit. Hal ini berarti bahwa pengembalian pokok maupun pembayaran atas potensi keuntungan atau imbal hasil yang diperoleh akan sangat bergantung kepada kemampuan Penerbit Structured Product tersebut untuk memenuhi kewajibannya. Oleh karena itu, kelayakan dan kemampuan Penerbit, terutama dari sisi keuangan merupakan hal utama yang wajib dipertimbangkan dalam menilai kualitas dari Structured Product yang ditawarkan, walaupun jenis produk yang ditawarkan memiliki fitur perlindungan terhadap pokok yang diinvestasikan.

Risiko likuiditas.
Structured Product pada umumnya tidak diperdagangkan di bursa namun apabila diperdagangkan, volume perdagangan produk tersebut relatif tidak signifikan. Konsekuensi dari hal tersebut adalah tidak adanya pasar sekunder (secondary market) untuk Structured Product. Hal ini mengakibatkan Structured Product pada umumnya bersifat tidak likuid sehingga akan menyulitkan Nasabah apabila Nasabah ingin menjual produk tersebut sebelum jatuh tempo. Dalam hal Nasabah dapat me-redeem produk tersebut kepada Penerbit, maka Nasabah akan dihadapkan pada kondisi dimana pengembalian yang diberikan (apabila ada) akan lebih kecil dari nilai investasi awal disamping akan dikenakan biaya yang terkait dengan penghentian transaksi. Oleh karena itu, Nasabah yang ingin melakukan investasi Structured Product harus memiliki kemampuan untuk dapat memegangnya sampai dengan jatuh tempo.

Risiko pasar.
Sebagaimana diketahui, nilai atau arus kas Structured Product akan dikaitkan dengan satu atau lebih variabel dasar seperti nilai tukar, suku bunga, dan ekuitas. Oleh karena itu, kinerja dari variabel dasar tersebut, baik dari sisi arah pergerakan maupun volatilitasnya, akan mempengaruhi nilai (baik pokok maupun potensi keuntungan atau imbal hasil) dari Structured Product. Berdasarkan hal tersebut, terdapat probabilitas bahwa Structured Product tidak akan memberikan pendapatan bunga atau imbal hasil (atau dalam hal memberi pendapatan bunga atau imbal hasil, arus kas dari pendapatan atau imbal hasil tersebut dapat bersifat tidak reguler) apabila variabel dasar yang dikaitkan terhadap produk mengalami kinerja yang negatif. Oleh karena itu, Structured Product pada umumnya tidak akan sesuai bagi Nasabah yang mencari pendapatan bunga atau imbal hasil yang stabil.

Risiko hukum.
Structured Product bukanlah produk keuangan yang bersifat konvensional dan sederhana. Oleh karena itu, dari aspek hukum terutama yang terkait persyaratan dan informasi yang terkandung dalam dokumen/kontrak yang dijadikan basis transaksi Structured Product merupakan hal yang wajib diperhatikan. Kompleksitas dari Structured Product juga akan membawa konsekuensi semakin kompleksnya faktor-faktor yang harus diperhatikan Nasabah dalam hal terjadi perselisihan atau sengketa yang terkait dengan transaksi yang dilakukan. Sebagai contoh, tidak semua Structured Product menggunakan domisili hukum domestik sebagai tempat penyelesaian perselisihan atau sengketa yang terjadi terkait dengan transaksi yang dilakukan.

Disamping ke 4 risiko utama tersebut, terdapat pula jenis risiko lain yang harus diperhatikan Nasabah yang terkait dengan Structured Product seperti:

Risiko operasional; risiko yang terkait dengan operasionalisasi transaksi.

Risiko prepayment; risiko dieksekusinya opsi atas produk yang mengakibatkan penghentian produk sebelum jatuh tempo. Hal ini mengakibatkan berkurangnya potensi keuntungan atau imbal hasil yang dapat diterima.

BIAYA YANG MELEKAT

Dalam transaksi Structured Product dapat timbul biaya-biaya, diantaranya:

  1. Biaya Premi : biaya yang harus dibayar pembeli untuk mendapatkan manfaat dari kontrak
  2. Biaya Pembelian : biaya yang dikeluarkan pada saat pembelian Structured Product
  3. Pre termination fee. / Early termination fee/Unwinding cost/Redemption fee: biaya yang dikenakan apabila Pembeli menghentikan kontrak sebelum jatuh tempo
  4. Biaya Kustodi : biaya penitipan surat berharga.
  5. Biaya Meterai.

ASPEK HUKUM

Terkait dengan aspek hukum, calon pembeli Structured Product wajib mengetahui:

  1. Produk yang ditawarkan telah mendapat ijin dari instansi yang berwenang.
  2. Domisili dan hukum yang berlaku atas produk yang ditawarkan.
  3. Isi dari semua dokumen yang akan ditandatangani.

HAL HAL YANG PERLU DIYAKINI OLEH CALON PEMBELI SEBELUM MEMBELI STRUCTURED PRODUCT

No. Pertanyaan Tujuan Pertanyaan
1. Apa jenis produk yang ditawarkan dan siapa penerbit serta penjual produknya? Lebih memahami karakteristik dan fitur dari produk serta dapat menilai kredibilitas Penerbit/Penjual Structured Product dimaksud.
2. Apa risiko utama yang timbul dari produk yang ditawarkan? Lebih memahami risiko utama yang dapat berpengaruh terhadap performa dari Structured Product.
3. Apa keuntungan terbesar yang diperoleh dan kerugian terburuk yang dihadapi? Mengetahui potensi keuntungan yang akan diperoleh dan kerugian yang akan dihadapi sesuai toleransi risiko dari calon Pembeli.
4. Biaya apa saja dan berapa besar yang melekat pada produk tersebut? Mengetahui berapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh calon Pembeli dibandingkan dengan keuntungan yang akan diperoleh.
5. Apakah ada laporan berkala yang disampaikan kepada Pembeli mencakup kinerja produk dan informasi material lainnya? Apakah ada sumber lain yang dapat digunakan oleh Pembeli untuk memperoleh informasi terkini? Mengetahui penilaian reguler terhadap performa produk dan bagaimana cara memperolehnya sehingga Pembeli dapat menentukan langkah untuk meningkatkan keuntungan atau mengurangi risiko.
6. Apakah dimungkinkan Pembeli memutus perjanjian pembelian Structured Product sebelum jatuh tempo? Apa konsekuensi bagi Pembeli? Mengetahui mekanisme pemutusan perjanjian, risiko dan biaya sebagai dampak dari keputusan yang diambil oleh Pembeli.
7. Apakah Penerbit produk berbadan hukum Indonesia dan tunduk pada hukum yang berlaku di Indonesia? Mengetahui pihak-pihak yang terkait dengan penerbitan produk, apakah merupakan badan hukum dan dapat dikenakan hukum Indonesia. Jika pihak-pihak yang terkait bukan berbadan hukum Indonesia, maka pembeli perlu menanyakan lebih lanjut mengenai hukum yang berlaku serta risiko-risiko yang akan dihadapi apabila terjadi permasalahan di kemudian hari.
8. Apakah terdapat mekanisme pengaduan/komplain atau penyelesaian sengketa yang mungkin timbul dari pembelian produk tersebut? Mengetahui mekanisme pengaduan/komplain jika terdapat perselisihan/sengketa.

Apabila jawaban dari pertanyaan tersebut tidak sesuai dengan toleransi risiko calon Pembeli, kemungkinan besar Structured Product bukanlah pilihan investasi yang tepat bagi calon Pembeli.

Download Leaflet


Show Left Panel